Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Dialog bersama Perpusnas dan Anang Hermansyah
Dialog bersama Perpusnas dan Anang Hermansyah
Lumajang, Motim - Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah yang diakui oleh nasional yang memiliki perhatian serius terhadap literasi. Diantaranya upaya peningkatan minat baca di Lumajang. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Lumajang sebagai tujuan safari dari Perpustakaan Nasional RI.

Seperti diketahui Perpusnas tahun ini mempunyai Program Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Propinsi dan Kabupaten Kota. Ada 63 daerah yang akan disinggahi. Dan Lumajang salah satunya yang sudah disinggahi pada Sabtu (3/3), lalu.

Kepala Perpustakaan Nasional RI melalui Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Kajian Minat Baca, Drs. Deni Kurniadi, M.Hum yang hadir mengatakan, Lumajang dipilih karena selama ini memiliki perhatian luar biasa pada budaya minat baca.

Deni menegaskan, saat ini kondisi minat baca di masyarakat kurang menggembirakan. Maka dari itu perlu adanya inovasi dan upaya untuk membuat masyarakat tertarik membaca. Padahal di sisi lain, masyarakat sangat membutuhkan informasi saat ini.

“Masyarakat berbondong-bondong untuk mendapat informasi,” katanya. Namun caranya, mereka mendapat informasi dari lisan. “Seperti di warung kopi dan media sosial, mereka ingin mendapatkan infromasi daripada membaca,” ucapnya.

Budaya baca di Indonesia dinilai masih kurang, karena ada keterbatasan tempat membaca dan ketersediaan buku. Di Indoenesia, perbandingan ketersediaan buku dan jumlah penduduk masih 1 banding 15. Jauh dari ideal yang seharusnya 1 banding 2.

Untuk mengatasi hal ini, Perpusnas mendapat dukungan dari berbagai pihak. Misalnya dari DPR RI Komsi X, dari provinsi yang mendukung program yang ada, hingga bantuan ke berbagai perpustakaan.

“Lumajang sudah dapat bantuan perpustakaan keliling. Mudah-mudahan kedepan ada banyak bantuan lagi,” ucapnya.

Di era teknologi ini, Perpusnas juga telah meluncurkan inovasi. Untuk mengembangkan minat baca melalui gawai. Karena generasi saat ini atau generasi z, sangat dekat dengan gawai. Maka dari itu, diciptakannya aplikasi perpustakaan yang menyediakan buku dalam bentuk softcopy. Sehingga mudah didapat dan dibaca di manapun.

“Karena perlu mobilisasi pengetahuan dan informasi,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, dr. Bunataran menyampaikan, kesungguhan Lumajang dalam meningkatkan minat baca juga dibuktikan dengan diraihnya penghargaan literasi tingkat nasional. “Soal membaca di Lumajang sudah tidak asing,” katanya.

Perpustakaan di Lumajang juga sudah memadai dan modern. Sehingga masyarakat bisa senang ke perpustakaan. “Perpustakaan Lumajang sudah zaman now. Tujuannya agar masyarakat gemar membaca. Dari membaca bisa cerdas dan wawasan luas,” terangnya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, drh. Gatot menyampaikan, pihaknya sudah berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan Lumajang sebagai kabupaten literasi. Diantaranya dengan mengembangkan literasi di pinggiran.

“Perpusdes dibuat, rumah pintar juga ada. Sampai saat ini berjalan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, anggota DPR RI Komisi X, Anang Hermansyah, mengatakan, keberadaan Perpusdes itu memang sangat perlu. Untuk itu pihaknya akan memperjuangkan bantuan buku dari pusat.

“Kita akan dukung penuh untuk pengembangan literasi,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: