Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Warga Desa Kandangan Tolak Pembangunan Tower

Bangunan tower yang disoal warga
Bangunan tower yang disoal warga
Lumajang, Motim - Proyek pembangunan tower atau menara telekomunikasi milik salah satu perusahaan yang terletak di tanah pekarangan milik Taselim Suraji, warga Dusun Krajan RT 006 RW 002, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, disoal warga.

Karena diduga ada banyak tandatangan persetujuan dari warga yang dimanipulasi. Lokasi pembangunan tower juga dinilai berbahaya, karena berada di tengah pemukiman warga.

“Kami sangat keberatan tower itu berdiri di dekat pemukiman kami yang jaraknya sangat berdekatan. Apalagi keberadaan tower itu sangat membahayakan terutama bagi barang elektronik kami,” kata warga Desa Kandangan yang tak mau disebutkan namanya.

Tidak semua warga sekitar yang dimintai persetujuan dalam pembangunan tower ini. Sehingga izin pendirian tower hanya didapat dari sebagian warga saja. Padahal banyak juga warga yang menolak keberadaan tower ini.

“Saya menolak karena berpikir negatif dari keberadaan tower. Takut roboh mengenai rumah. Ada lagi soal radiasi atau mudah terkena petir. Jika hal itu terjadi, siapa yang akan bertanggungjawab. Kami butuh jaminan tentang hal itu,” ungkapnya, Senin (26/3).

Pembangunan tower ini sudah setengah pengerjaan. Para pekerja juga masih terlihat beraktifitas meneruskan pembangunan tower. “Pembangunan masih berjalan. Sejumlah pekerja terlihat terus menyelesaikan pekerjaan tower ini,” jelasnya.

Dengan tidak ada kesepakatan dari semua warga sekitar, tentu tidak jaminan bagi warga mengenai dampak yang dimungkinkan nantinya. “Jika nanti terjadi apa-apa pada warga, jaminannya seperti apa kami tidak tahu,” tegasnya. Warga juga tidak paham, apakah pembangunan tower ini sudah mendapatkan izin dari instansi terkait.

Sementara Camat Senduro, Drs. Nanang Tedjo Lelono saat dikonfirmasi, mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat terkait hal ini. Untuk memastikan apakah izin pendirian tower ini sudah sesuai atau tidak.

“Akan kita tindaklanjuti dulu ke pihak desa untuk memastikan,” jelasnya kepada Memo Timur.

Sedangkan Kepala Dinas Satpol PP Lumajang, Drs. Basuni menegaskan, memang tidak sedikit para pengusaha menara telekomunikasi membangun tower dulu baru mengajukan izin. “Biasanya mereka ujug-ujug membangun, ketika ditanya izinnya, baru akan mengurus izin,” ucapnya.

Namun jika nanti tower itu terbukti tidak mengantongi izin, akan segera ditertibkan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Misalnya tidak ada izin, langsung kita tindak,” kata Basuni saat ditanya Memo Timur. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: