Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Eko Hari Suprapto, SH.
Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Eko Hari Suprapto, SH.
Lumajang, Motim - Polres Lumajang mengantisipasi adanya kampaye hitam di media sosial (medsos) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lumajang. Karena medsos rawan digunakan sebagai alat untuk mengunggah konten negatif demi kepentingan Pilkada.

Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Eko Hari Suprapto, SH menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan diri dengan membentuk tim cyber. Tim inilah yang mengantisisipasi kejahatan dunia maya.

Selama masa kampanye Pilkada ini, Kompol Eko tidak menampik jika medsos bisa disalah gunakan untuk menyebar ujaran kebencian. Guna menjatuhkan pihak pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.

Ia menegaskan kepada masyarakat, agar tidak sekali-sekali melakukan hal ini, jika tidak mau berurusan dengan pihak kepolisian. Karena ancaman hukumannya berat, yakni maksimal 6 tahun penjara.

“Jangan sebar ujaran kebencian di WA dan Facebook,” katanya saat menjadi pemateri dalam Sosialisasi Pilkada di Aula Badan Kepegawaian Daerah Lumajang, Senin (16/4) pagi.

Seperti diketahui, pelaku kampanye hitam di medos dapat dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 Ayat (2) UU ITE. Ancaman hukuman yaitu pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Hukuman yang diterima bagi pelaku penyebar ujaran kebencian di medos lebih berat daripada Ia mengatakannya secara langsung via lisan. “Kalau diucapkan langsung hukumannya sampai 9 bulan. Jangan sampai gara-gara omongan jadi berurusan sama polisi,” terangnya.

Ia menambahkan, jika ada pihak yang melakukan intimidasi atau ancaman, bisa langsung melaporkan hal ini pada kepolisian. “Tolong itu dilaporkan. Jangan takut. Nama pelapor akan kita dirahasiakan,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: