Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Semangat belajar masih sangat terlihat pada anak-anak di pelosok Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari. Ada belasan anak dari keluarga tidak mampu yang sebelumnya putus sekolah, kini kembali bisa mengenyang pendidikan. Meksipun mereka harus belajar di sebuah gubuk.

Anak-anak ini sebelumnya adalah siswa/siswi disalahsatu Sekolah Dasar (SD) di desa setempat. Namun karena jumlah siswa hanya 16 anak saja, tidak sesuai dengan regulasi. Sehingga harus ditutup dan regrouping dengan SD lainnya.

Dari 16 anak ini, hanya 5 diantaranya yang meneruskan sekolah karena dari keluarga yang mampu. Sedangkan sisanya, tidak bisa meneruskan, alasannya tidak ada kendaraan yang dimiliki orangtua untuk mengantar anaknya. Karena sekolah yang baru, jaraknya sangat jauh dan harus melalui jalanan yang sulit.

Namun masa depan anak-anak terselamatkan, setelah ada komunitas yang menamakan diri Laskar Pelangi membantu mereka agar tetap mendapatkan ilmu pendidikan. Para relawan Laskar Pelangi, menggunakan gubuk milik warga untuk dijadikan tempat belajar.

“Sedangkan yang mengajar, ya para relawan, ada dari kalangan guru juga,” kata Koordinator Komunitas Laskar Pelangi, Sumarlan.

Agar anak-anak tetap mendapatkan legalitas pendidikan formal, Laskar Pelangi mendaftarkan mereka sebagai siswa di MI Tempursari. “Agar anak-anak dapat mengikuti ujian dan ijazah,” katanya.

Sementara untuk para pengajar, tidak ada ada imbalan untuk mereka. Bahkan banyak uang pribadi yang dikeluarkan. Kodisi ini juga sudah disampaikan pada pihak desa dan kecamatan, agar ada bantuan yang diterima untuk anak-anak.

“Kita lakuka penggalangan dana juga melalui media sosial, agar ada bantuan yang diterima,” ucapnya.
Melihat kondisi ini Memo Timur Biro Lumajang bersama dengan Lembaga Peduli Umat (LPU) Indonesia menyalurkan bantuan untuk mereka. Bantuan berupa peralatan sekolah, uang saku, dan juga makanan ringan. Bahkan dana operasional juga diberikan kepada lembaga pendidikan yang menaungi anak-anak ini. Serta tunjangan bagi tenaga pendidik.

“Ada alat sekolah seperti buku, pensil, penghapus, makanan, dan minuman ringan. Uang saku kepada mereka kita berikan. Agar mereka tetap semangat,” kata Mujibul Choir dari Memo Timur Lumajang.

Sementara Ketua Lembaga Pendidikan, Nasrulloh Huda mengucapkan terima kasih kepada Memo Timur dan Pembina LPUI, Agus Santoso atas bantuan ini. "Dengan bantuan ini semangat kami untuk memajukan lembaga makin tinggi," ucapnya.

Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan dari Memo Timur Biro Lumajang dalam upaya membantu masyarakat yang kurang mampu di Lumajang sekaligus rangkaian HUT Memo Timur. Seperti yang sebelumnya dilakukan pada warga di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian dan Desa Besuk Kecamatan Tempeh. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: