Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Berantas Narkoba, 30 Menit Ringkus 2 Terduga Pengedar

Lumajang, Motim - Upaya dalam memberantas Narkoba terus dilakukan oleh Polres Lumajang dengan meningkatkan operasi anti Narkoba. Pada Jum’at (30/4), kemarin, sekitar pukul 13.30 WIB, Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba berhasil meringkus 2 pria muda yang diduga kuat sebagai pengedar juga pengguna pil Koplo.

Kasat Resnarkoba, AKP Prio Purwandhito, SH kepada Memo Timur menuturkan, pelaku yang ditangkap pertama kali adalah Dwi Fajar Suryori Handoko (30), warga Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Senduro. Dari tangannya, Tim Opsnal mengamankan 1 buah tas pinggang warna coklat berisi 3.231 butir pil warna putih berlogo Y, 1 bandel plastik klip dan uang tunai senilai 461 ribu.

Kedua pelaku saat diamankan di Polres Lumajang
Kedua pelaku saat diamankan di Polres Lumajang
Dwi Fajar Suryori Handoko ini ditangkap di rumah istrinya di Dusun Randuagung, Desa Bodang, Kecamatan Padang. Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama dan telah menjalani putusan Pengadilan Negeri Lumajang selama 1 Tahun 6 bulan.

“Pelaku sendiri baru beberapa bulan saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lumajang. Ketangkep lagi dengan BB Pil Koplo ribuan,” ungkapnya.

Pelaku kedua bernama Joko Supriyanto (32), warga Dusun Gedongsari, Desa Labruk kidul, Kecamatan Sumbersuko. Barang Bukti yang berhasil diamankan petugas berupa 1.000 butir pil koplo berlogo Y, uang tunai senilai 60 ribu dan 1 buah HP merk Asus.

Joko Supriyanto yang diketahui banyak tatonya pada bagian tubuhnya itu ditangkap di wilayah Dusun Randuagung, Desa Bodang, Kecamatan Padang, pada pukul 14.00 WIB. “Selisih 30 menit dari penangkapan pelaku Dwi Fajar Suryori Handoko,” ungkapnya lagi.

Guna dimintai keterangan juga pengembangan, keduanya terus diboyong petugas menuju ke Polres Lumajang. Saat ini, keduanya masih menjalani proses pemeriksaan dari penyidik Sat Resnarkoba. Mudah-mudahan kedua pelaku mau membuka mulut siapa pemasok barang haram itu.

“Yang pasti, perbuatannya dijerat pasal 197 sub 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Maksimal dipidana hukuman penjara 10 Tahun,” pungkas Kasat Resnarkoba.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: