Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Debat publik paslon di Gedung Sujono
Debat publik paslon di Gedung Sujono
Lumajang, Motim - Debat publik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil Lumajang telah digelar Senin (2/4), malam di Gedung Sujono. Pada debat tahap satu ini, ketiga paslon telah beradu gagasan beberapa permasalahan yang ada di Lumajang. Diantaranya mengenai pendidikan, narkoba, hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk masalah pendidikan, paslon nomor urut dua, As’at-Thoriq menyampaikan jika selama ini Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berbuat banyak untuk pendidikan di Lumajang.

“Bosda (Bantuan Operasional Daerah) sudah kita berikan kepada anak SD hingga SMP. Sudah gratis,” kata As’at.

Memang saat ini bantuan pendidikan paling banyak untuk sekolah negeri. Serta untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat belum bisa menjangkau karena sudah ditarik oleh Provinsi. H. Thoriq menambahkan, bantuan sementara tidak bisa menyeluruh karena ada keterbatasan kekuatan APBD Lumajang.

“APBD kita terbatas, tidak bisa kalau semuanya harus gratis,” imbuhnya.

Sementara paslon satu menyampaikan, pihaknya ingin semua biaya sekolah digratiskan, di semua jenjang baik itu negeri ataupun swasta. “Bukan negeri saja ,tetapi swasta juga,” kata Thoriqul Haq. Sedangkan paslon nomor urut tiga, sependapat dengan paslon nomor urut satu.

Adu gagasan selanjutnya, untuk masalah narkoba. Karena saat ini dinilai mulai banyak menyerang generasi muda dan kasusnya cenderung meningkat. Paslon nomor urut tiga menilai hal ini terjadi lantaran akses internet yang begitu bebas.

“Maka dari itu harus diubah, pola internet dari yang negatif ke positif. Peran orangtua juga sangat penting. Serta lembaga terkait lainnya. Narkoba adalah tanggungjawab pemerintah,” kata Rofik. “Bisa juga melalui pondok pesantren untuk sosialisasi,” tambah Nurul.

Sedangkan paslon nomor urut satu berpendapat, pemberantasan narkoba juga harus dari para orangtua, lembaga keagamaan, dan masyarakat. “Kedepan Lumajang harus memiliki tempat rehabilitasi narkoba yang bekerjasama dengan BNN. Kami yakin bisa ditangani dengan cepat. ASN juga harus bersih dari narkoba,” katanya.

As’at-Thoriq juga menanggapi. Pemberantasan narkoba harus dimulai dari orangtua. Para orangtua harus dapat memilih lembaga pendidikan yang tepat bagi anaknya. “Bisa cari sekolah yang Full Day School agar waktu anak-anak banyak di sekolah. Kalau tidak, silahkan titipkan anaknya ke pendidikan diniyah di waktu sore hari,” kata As’at.

Dengan anak banyak waktu di lembaga pendidikan, masa depan mereka bisa terselamatkan. “BNN dan Polres juga kita ajak bersama untuk memerangi narkoba. Anak muda juga kita gandeng untuk jauhi narkoba,” ujar As’at. “Salah satu cara mencegah narkoba, adalah dengan olahraga,” tambah Thoriq.

Untuk peningkatan PAD. Paslon satu, berpendapat, sektor jasa harus dioptimalkan. Pajak dari restoran dan sebagainya harus dimaksimalkan. Pajak dari tambang pasir juga harus ditingkatkan.

“Kita kaya, semua stokfile kita fokuskan ke daerah. Pajak pasir ke luar daerah kita tingkatkan hingga empat kali lipat. Karena berapapun harga pasir pasti dibeli, karena dibutuhkan. Namun untuk masyarakat Lumajang dibebaskan dari pajak. Masyarakat bisa beli dengan harga murah,” ungkap paslon satu.

Sementara petahana, As’at menjabarkan, selama ini pajak yang didapat dari pasir terus mengalami peningkatakan. Pemkab benar-benar memaksimal potensi PAD dari pasir. “Pajak kita naik terus. Semua yang berkecimpung di tambang pasir harus bayar pajak,” katanya.

Bahkan pada tahun ini, per Maret 2018, pajak dari pasir bisa didapat hingga Rp 2 miliar. “Targetnya Rp 15 miliar, paling tidak kita bisa capai Rp 9 miliar. Tentu kedepan harus bagus lagi,” kata As’at.

Paslon nomor urut tiga berpendapat, untuk peningkatan PAD bukan hanya pengoptimalan sektor jasa saja. Tetapi semua potensi juga harus dioptimalkan. “Tambang dan wisata bisa dimaksimalkan. Bukan hanya pasir saja. Lumajang ini kaya,” ungkapnya.

Debat paslon tahap pertama ini berlangsung dengan lancar dan aman. Tiap paslon hanya diperbolehkan membawa 100 orang simpatisan saja. Karena tempat yang tebatas. Sementara debat tahap dua akan digelar dalam waktu dekat. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: