Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Ketiga paslon saat debat publik di Gedung Sujono
Lumajang, Motim - Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang untuk tahap dua kembali digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang, Senin (9/4) malam di Gedung Sudjono. Tema debat yang diusung kali ini mengenai Penyerasian Pembangunan Kabupaten dengan Provinsi dan Nasional, serta Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Ketiga paslon memaparkan program-program mereka yang selaras dengan provinsi dan pusat. Mereka juga saling menyoroti apa program yang disampaikan oleh paslon lainnya. Sehingga tidak jarang adu gagasan dan argumen terjadi.

Banyak sektor yang menjadi sorotan ketiga paslon. Namun yang paling jadi sorotan ketiganya adalah soal jalan tol dan pendidikan gratis di Lumajang. Karena ketiganya sama-sama memiliki program untuk pembangunan infrastruktur dan kemajuan pendidikan di Lumajang.

Palson nomor urut tiga menilai, tidak perlu ada jalan tol di Lumajang yang melintasi Ranuyoso. Karena untuk membangun jalan tol akan membutuhkan dana besar dan waktu yang lama. Lebih baik membangun jalan besar dengan 4 lajur, untuk mengatasi kemacetan di Ranuyoso.

“Karena untuk membangun jalan tol, masih harus melakukan pembebasan lahan. Butuh waktu yang lama juga,” kata Rofik.

Sementara paslon nomor urut satu menyampaikan, jika jalan tol adalah program nasional. Sehingga yang ada di kabupaten tinggal mengikuti apa program yang sudah direncanakan.

“Jalan tol itu program nasional,” kata paslon nomor urut satu.

Sedangkan paslon nomor urut dua, As’at-Thoriq memaparkan, jika program jalan tol di Lumajang jauh sebelumnya sudah direncanakan oleh Pemkab Lumajang. As’at yang menjabat sebagai bupati, sudah menyampaikan rencana ini ke provinsi maupun pusat.

“Jadi sebelum ada program nasional mengenai jalan tol di Lumajang, Saya sebagai bupati sudah mengajukan rencana tersebut sebelumnya,” ungkapnya.

Selain soal jalan tol, pendidikan gratis juga jadi sorotan. Paslon satu memiliki program untuk menggratiskan pendidikan di tingkat SMA dan sederajat. Karena selama ini yang gratis melalui BOSDA (Bantuan Operasional Daerah) hanya untuk SD dan SMP saja.

“Kami akan mengembalikan BOSDA untuk SMA, SMK, dan MA,” katanya. Karena sejak diambil alih provinsi, Pemkab Lumajang sudah tidak lagi menganggarkan Bosda untuk SMA dan sederajat.

“Kita bisa menganggarkan BOSDA lagi dengan MoU bersama Pemprov Jatim,” kata paslon satu.

Sedangkan As’at-Thoriq berpendapat lain, menurutnya ketika SMA dan sederajat sudah ditarik ke provinsi, Pemkab tidak bisa lagi mengaanggarkan BOSDA. Namun ada rencana dari provinsi atau para calon gubernur yang akan menggratiskan biaya pendidikan untuk SMA dan sederajat.

“Jadi kita tidak usah menganggarkan lagi,” kata As’at. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: