Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Disatroni Maling, Sapi Blasteran Raib

Sejumlah warga saat melakukan pencarian sapi
Sejumlah warga saat melakukan pencarian sapi
Lumajang, Motim - Aksi percurian sapi menimpa Salem (34), warga Dusun Kapuran, Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso. Seekor sapi blasteran milik korban yang dirawatnya sejak dua tahun ditemukan raib dari kandangnya, diduga dicuri maling.

“Korban mengetahui sapinya raib itu kemarin pagi, sekitar pukul 03.30 WIB menjelang waktu subuh saat hendak memberikan pakan,” kata Rahmadi kepada Memo Timur.

Saat melihat sapinya tidak ada, korban terus memanggil anak istrinya, kerabat juga tetangga kanan kiri rumahnya. Dalam waktu sekejap saja belasan warga sudah berkumpul di rumah korban. Setelah bagi tugas, korban dibantu warga langsung melakukan pencarian.

Pencarian kata Rahmadi dilakukan hingga ke perbatasan Desa Tegal Ciut, Sruni, Klakah juga ke Desa Ranuyoso. Tapi tidak berhasil menemukan sapi milik korban. “Sampai sore ini warga masih melakukan pencarian dan pemblokiran jalan,” ucapnya.

Namun, ternyata pada Selasa (3/4), dini hari, ada tiga kandang sapi lainnya di kecamatan Ranuyoso yang dibobol maling. Total ada sembilan ekor sapi dicuri. Tiga kandang sapi milik warga itu berada di dua desa.

Dari sembilan ekor sapi yang hilang, hanya dua ekor saja yang ditemukan warga. Diduga para pelaku berjumlah lebih dari sepuluh orang ini merupakan satu komplotan. Karena modusnya sama.

Di rumah Basuki, di Dusun Krajan Desa ranuyoso, ada empat ekor sapi hilang. Kejadian yang sama juga menimpa dua warga lain yakni rumah Sa’ir di Dusun Curah Bindu Desa Penawungan. Dua ekor sapi miliknya hilang. Sedangkan rumah Nayari (55) tahun di Dusun Krajan Dua Desa Penawungan, tiga ekor sapi miliknya hilang.

Cara para pelaku ini tak jauh berbeda, yakni dengan merusak pintu kandang saat para pemilik tengah tidur lelap. Saat para korban bangun, sapi-sapi mereka sudah tak ada di kandang. Para korban dibantu sanak tetangganya pun langsung melakukan pencarian dengan melacak jejak kaki sapi mereka.

Sugihati mengatakan, saat bangun pagi dan hendak masak, sudah melihat kandang sapinya terbuka. “Yang tersisa satu ekor. Total kerugian mecapai Rp 80 juta,” katanya. Ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya menimpa dirinya.

Sementara Kapolsek Ranuyoso, AKP Sutiyo menyampaikan, pihaknya sudah mapping tentang jam rawan terkait pencurian ternak dan lainnya. “Kalau curi sapi ini rata-rata dini hari. Bahkan pada saat dini hari anggota kita sudah di lapangan,” ujaranya.

Di Ranuyoso, menurutnya ada 11 desa yang rawan dan sudah diantisipasi. Namun demikian masih kerap terjadi pencurian. “Ya tentunya kita akan galakkan untuk patrol selanjutnya,” pungkasnya. Dari sembilan ekor sapi yang dibawa kabur kawanan pencuri, dua diantaranya berhasil ditemukan setelah warga melakukan pencarian ke sejumlah tempat yang dicurigai. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: