Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Disnaker Sebut Banyak Buruh Belum Dapat Upah Sesuai UMK

Lumajang, Motim - Jelang Hari Buruh atau May Day yang diperingati tiap 1 Mei, nampaknya masih ada banyak buruh di Lumajang yang belum mendapat upah yang layak. Sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

UMK di Lumajang saat ini, sudah mencapai Rp 1,6 juta. Namun Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Lumajang menyebut, masih ada buruh yang belum mendapat upah maksimal dari tempatnya bekerja.

Kepala Disnaker Lumajang Drs. Suharwoko, M.Si.
Kepala Disnaker Lumajang Drs. Suharwoko, M.Si.

Kepala Disnaker Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si mengatakan, meski begitu, jika dibandingkan, dari 30 ribuan buruh di Lumajang, sebagian besar diantaranya sudah dibayar sesuai dengan UMK.

“Selama ini sebagian besar perusahaan sudah patuh,” katanya pada Memo Timur, Jumat (27/4).

Utamanya perusahaan besar, dipastikan sudah membayar pekerjanya sesuai aturan. Seperti perusahaan di bidang perkayuan. Namun, untuk perusahaan kecil, masih ada yang belum mampu membayar sesuai dengan UMK.

“Seperti ada banyak toko yang belum mampu membayar sesuai UMK,” jelasnya.

Lanjutnya, memang tidak ada pengecualian bagi siapapun, yang mempekerjakan seseorang harus dibayar sesuai dengan UMK. “Tidak ada pengecualian,” ucapnya. Namun untuk penindakan terhadap perusahaan yang tidak membayar sesuai dengan UMK bukan kewenangan dari Disnaker.

“Untuk masalah ini, dari pihak provinsi yang bergerak,” jelasnya.

Pihak Disnaker, hanya mengambil langkah persuasif saja. Seperti memberikan peringatan serta pembinaan. Pihak perusahaan juga kerap diundang untuk menerima sosialisasi tentang pengupahan.

“Sudah kita ingatkan, ada aturan yang berlaku. Jadi pihak perusahaan bisa ditindak jika tidak membayar sesuai dengan UMK,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: