Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kepala Disperta Ir. Imam Suryadi, M.Si
Kepala Disperta Ir. Imam Suryadi, M.Si
Lumajang, Motim - Potensi pertanian di Lumajang memang sudah tidak perlu diragukan. Sudah ada banyak produk ungulan pertanian yang terkenal. Seperti Salak Pronojiwo, Pisang Agung, dan Pisang Mas Kirana. Namun tidak cukup itu, Lumajang juga dikenal sebagai penghasil buah durian.

Namun sejauh ini, masih belum terlihat, mana durian asli Lumajang yang terbaik atau yang bisa diunggulkan. Untuk itu Dinas Pertanian (Disperta) Lumajang masih mencari untuk menemukan durian unggulan Lumajang. Salah satunya melalui kontes durian yang akan digelar Sabtu (7/4), di halaman depan Disperta Lumajang yang terletak di Kawasn Wonorejo Terpadu (KWT).

Para kelompok tani atau masyarakat yang memiliki pohon durian, bisa mengikutsertakan buah yang dihasilkan dalam acara ini. Nantinya dari sekian banyak peserta, akan dipilih mana durian yang terbaik dan menjadi unggulan Lumajang.

“Yang menilai ada juri dari Malang. Juga dari Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi. Jadi bukan kita yang menilai, sehingga obyektif,” kata Kepala Disperta, Ir. Imam Suryadi, M.Si pada Memo Timur, Jumat (6/4).

Ada beberapa kriteria dalam penilaian dari juri. Diantaranya dari rasanya, bentuk, hingga ukurannya. “Yang utama adalah rasa dari durian itu,” ucapnya.

Dari pemetaan Disperta sejauh ini, ada beberapa wilayah di Lumajang sebagai penghasil durian. Seperti di Kecamatan Senduro, Gucialit, Pasrujambe, Pronojiwo, Candipuro, Randuagung. “Di Klakah juga ada tapi tidak banyak,” lanjutnya.

Untuk memastikan durian yang terpilih adalah asli dari Lumajang, selanjutnya petugas akan melakukan tinjau langsung ke lokasi pohon durian itu ditanam. “Para peserta nantinya harus berikan data, kita bisa cek untuk memastikan,” tegasnya.

Selain kontes durian, para pedagang durian juga diberi kesempatan untuk berjualan dalam acara yang digelar dua hari itu, Sabtu dan Minggu. “Masyarakat juga bisa mendapatkan harga murah. “Karena bisa beli langsung ke pemiliknya atau petani,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: