Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Hampir 2 Tahun Berjuang Melawan Kanker, Eli Tutup Usia

Lumajang, Motim - Eli Ermawati, gadis dari Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian yang menderita kanker akhirnya tutup usia. Perempuan berusia 20 tahun ini, sudah berjuang melawan penyakit dalam tubuhnya hampir dua tahun.

Dari informasi yang dihimpun, Eli meninggal Kamis (26/4), dini hari di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Ia sudah dirawat di sana sejak Selasa (24/4) lalu. Jenazah Eli tiba di rumah duka, sekitar pukul 5 pagi.

Kondisi Eli Ermawati sebelum meninggal
Kondisi Eli Ermawati sebelum meninggal
“Sebelumnya Eli masuk RSUD Pasirian, kemudian dirujuk ke Malang,” kata Bastomi Hidayat, dari Komunitas Pemancing Peduli Lingkungan (Koppel) pada Memo Timur. Ia bersama komunitasnya kerap menggalang dana untuk membantu Eli.

Kabar meninggalnya Eli juga ramai diperbincangkan oleh pengguna media sosial di Lumajang. Terutama orang-orang yang peduli dengan kondisinya. Sudah ada banyak pihak yang telah memberikan bantuan kepada Eli.

Seperti diketahui, sebelumnya, untuk proses penyembuhan, Eli harus menjalani rawat jalan di Malang. Dalam sebulan bisa beberapa kali ke sana, tergantung kondisi fisik Eli. Untuk berangkat ke sana, Ia bersama pihak keluarga naik bus umum.

Selain itu, Eli juga kerap dibawa ke RSUD Pasirian ketika kondisinya memburuk. Untuk biaya rumah sakit ditanggung oleh BPJS. Termasuk untuk biaya rawat jalan di Malang.

Eli adalah adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Sugiarto dan Istina, kedua orangtuanya dari keluarga yang kurang mampu. Tidak cukup biaya untuk pengobatan Eli. Selama ini banyak mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun orang-orang yang peduli.

Eli, diketahui menderita kanker tulang dan paru-paru. Satu kakinya sudah diamputasi. Rambut panjangnya juga sudah hilang. Tersisa sedikit di kepalanya. Tiap hari Ia hanya bisa terbaring lemah.

Gadis lulusan SMKN Pasirian itu, harus berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya sejak 2016 lalu. Awalnya, Ia merasakan nyeri pada kaki sebelah kanan. Ada benjolan. Setelah benjolan itu diangkat melalui operasi, namun satu bulan setelahnya sakit masih Ia rasakan.

“Diperiksakan lagi akhirnya pihak dokter menyatakan jika menderita kanker ganas,” ungkapnya. Akhirnya atas kesepakatan pihak keluarga, lima bulan setelahnya kaki kanannya harus diamputasi.

Proses amputasi berjalan lancar. Namun penyakit masih terus menyerangnya. Kemudian Ia merasakan sakit juga di bagian paru-paru. Dokter telah memvonis Ia juga terserang kanker paru-paru. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: