Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kepergok mencuri sepeda motor milik Suwono (39), warga Dusun Gondang, Desa Burno, Kecamatan Senduro, seorang pemuda penuh tato diketahui bernama Muhamad Rofik (25), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, ditangkap warga dan nyaris dihakimi.

Beruntung, ada warga yang melaporkan ke Polsek Senduro, tak berselang lama petugas dari Polsek Senduro tiba di lokasi lalu mengamankan pelaku. Karena warga terus berdatangan, khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, petugas terus membawa pelaku ke Polsek Senduro.

Kondisi maling motor saat diamankan dari warga
Kondisi maling motor saat diamankan dari warga
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH melalui Kanit Pidana Umum (Pidum), Iptu Agus Sugiharto, SH menjelaskan, Rabu (25/4), sekitar pukul 19.20 WIB, korban ke rumah adiknya bernama Sulistyo Rini beralamat di Dusun Krajan, Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol N 3711 ZQ.

Tiba di rumah adiknya, korban menaruh sepeda motornya di teras samping rumahnya lalu ditinggal masuk ke dalam untuk mengecas HP. Sekitar 10 menit kemudian, korban mendengar suara mencurigakan di samping rumah adiknya. Apalagi, korban mengaku lupa mengunci setir sepeda motornya.

Curiga, korban keluar rumah. Betapa kagetnya ketika korban melihat sepeda motornya sudah dituntun oleh orang tak dikenal, spontan korban berteriak maling. “Begitu diteriaki maling, pelaku langsung meninggalkan sepeda motornya di jalan, kemudian kabur,” katanya.

Beberapa saat kemudian, warga berdatangan. Setelah mendengar cerita korban, warga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang ciri-cirinya sudah dikantongi. Dasar lagi apes, 30 menit kemudian pelaku berhasil dibekuk oleh warga di jalan simpang tiga selatan KUD Tani Makmur.

“Jika melihat kondisinya, pelaku sempat dihakimi oleh warga. Untungnya, petugas dari Polsek Senduro segera tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku. Jika tidak, mungkin kondisinya lebih parah,” ungkapnya.

Saat diinterogasi, kepada penyidik dia mengakui perbuatannya. Namun, ketika ditanya bersama siapa saja saat beraksi, dia enggan memberikan keterangan alias bungkam. Usai dimintai keterangan, pelaku terus dijebloskan ke sel tahanan.

Masih kata Agus Sugiharto, perbuatan pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian diancam pidana hukuman penjara maksimal 7 Tahun. “Kasus ini masih kami dalami guna mengungkap siapa saja teman pelaku yang terlibat dan barang kali ada TKP lain yang sudah dilakukan,” pungkas Kanit Pidum.

Informasi yang mencuat di tengah masyarakat, pelaku bekerja tidak sendirian. Tetapi, dibantu oleh dua orang temannya satu laki-laki dan satunya lagi seorang perempuan. Namun, keduanya berhasil kabur lebih dulu. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: