Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » » Meski Kondisi Pantai Rusak, Potensi Laut di Tempursari Masih Berlimpah

Lumajang, Motim - Kondisi sepanjang bibir pantai di Kecamatan Tempursari memang mengalami kerusakan secara alami. Abrasi menjadi penyebab, keindahan pantai di sana berkurang. Namun hal ini tidak menurunkan potensi yang ada. Potensi laut masih berlimpah.

Warga di sana yang banyak berprofesi sebagai nelayan, selama ini sudah banyak mengais keuntungan dari laut. Warga Tempursari tentunya selalu bersyukur dengan berkah yang mereka dapat dari laut.

Tradisi Petik Laut di Tempursari
Tradisi Petik Laut di Tempursari
Rasa syukur ini juga mereka tuangkan dalam tradisi adat setempat. Para nelayan di Desa Bulurojo menamakan tradisi ini 'Petik Laut', yang dilaksanakan pada hari Rabu (25/4) lalu.

Tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya ikan di sana. Serta untuk memanjatkan do'a agar terhindar dari bencana. Tradisi ini bukan hanya diikuti oleh warga setempat. Namun juga dari Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Perikanan yang ikut hadir di sana.

“Dengan adanya upacara tradisi 'Petik Laut' maka nelayan berharap dapat terhindar dari bencana,” kata Kasi Kenelayanan Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Dinas Perikanan Lumajang, Dwiko Yuli Irawanto, S.Pi.

Karena ketika para nelayan menangkap ikan di tengah lautan, mereka juga akan menemui banyak resiko. Jadi perlu kehati-hatian saat demi mendapatkan ikan.

Para nelayan, juga berharap potensi laut di sana masih terus berlimpah. “Diharapkan hasil ikan untuk berikutnya lebih berlimpah,” kata Dwiko. Ia menambahkan, tradisi ini diharapkan dapat dijaga keberlangsungannya agar tidak punah karena merupakan kearifan lokal setempat.

Tradisi Petik Laut ini digelar cukup meriah, semua masyarakat pesisir berbondong-bondong dan ikut meramaikan tradisi tersebut. Para nelayan membuat perahu yang dihias sebagus mungkin.

Selanjutnya dalam perahu tersebut disusun sesaji berupa makanan, minuman dan sandang. Perahu dibawa ke bibir pantai dengan diiringi tarian kuda lumping untuk dilarung ke lautan dengan terselipkan do’a dari sesepuh. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: