Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Drs. Sugiono Eksantoso saat meninjau pelaksanaan UNBK
Drs. Sugiono Eksantoso saat meninjau pelaksanaan UNBK
Lumajang, Motim - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memasuki hari kedua, Selasa (3/2). Namun, ada dua sekolah yang mengalami kendala lantaran ada pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang, Drs. Sugiono Eksantoso MM melaporkan, pemadaman listrik terjadi di wilayah Kecamatan Senduro yang menyebabkan UNBK dua sekolah di sana terganggu.

Kedua sekolah itu yakni SMK Darun Najah Senduro dan SMKN Senduro. Pemadaman yang dilakukan oleh PLN juga dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pemadaman ini, kata Sugiono, sebenarnya juga tidak boleh dilakukan mengingat sudah ada kerjasama untuk kesuksesan UNBK.

“Padahal kita ada MoU, di kabupaten maupun di propinsi. Agar tidak ada pemadaman. Mereka harus tanggungjawab jika ada apa-apa,” tegansya.

Ia menilai, keputusan PLN melakukan pemadaman saat ujian nasional berlangsung, dapat menganggu. Meskipun sekolah sudah mengantisipasi sebelumnya dengan genset, tapi itu tidak optimal.

“Tidak stabil listriknya pakai genset. Karena anggaran dari sekolah untuk beli yang bagus tidak mudah,” kata dia.

Sugiono menambahkan, akhirnya sekolah memutuskan untuk menunggu listrik menyala. Namun tidak ada penambahan waktu bagi peserta ujian. “Ujian tetap lanjut anak-anak rugi sekian menit,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, Sugiono kecewa dengan pihak PLN. Karena merupakan ujian nasional. “Saya kecewa dengan PLN di Lumajang,” pungkasnya. Pada UNBK hari pertama, kejadian serupa juga terajadi di SMK Rowokangkung. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: