Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Puskesmas Gucialit membuat Inovasi Gebrakan Suami Siaga (SUSI) untuk memberikan pengetahuan bahwa keterlibatan suami diharapkan dapat mengurangi resiko kematian ibu dan anak pada masa kehamilan.

Dinilai berhasil, Puskesmas Gucialit mendapat kunjungan dari Kementerian PAN dan RB yang diwakili oleh Sri Hartini (Kedeputian Bidang Pelayanan Publik) dan Lies Woro Susanti (Kedeputian Bidang Pelayanan Publik) beberapa waktu lalu.

Kedatangan mereka dalam rangka study inovasi pelayanan publik pada Puskesmas Gucialit sebagai inovator Gebrakan SUSI Turunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masuk dalam TOP 25 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2015.

Serta dalam rangka menggali perkembangan Gebrakan Suami Siaga dalam replikasi ke dua puskesmas pilot projects yaitu Puskesmas Bades dan Puskesmas Pasirian.

Sri Hartini menyampaikan pesan Presiden Jokowi, untuk segera mendorong setiap lembaga pemerintah agar segera melakukan KAJI TIRU. Terhadap inovasi publik yang telah diakui, diseleksi dan menjadi terbaik nasional.

“Dari Gucialit ini dinilai layak dijadikan role model bagi puskesmas lain se kabupaten Lumajang bahkan nasional. Dan ini sudah dibuktikan oleh beberapa puskesmas di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah yang antusias meniru Gebrakan SUSI,” ujarnya.

Program SUSI sangat memungkinkan untuk direplikasi karena SDM banyak tersedia di masing-masing puskesmas. Tidak membutuhkan high technologi, anggaran memungkinkan, serta tersedia modul partisipatif sebagai bahan pegangan fasilitator.

“Upaya ini untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: