Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Terjunkan 4 Tim, Dispendukcapil Kebut Perekaman E-KTP jelang Pilkada

Perekaman eKTP
Perekaman eKTP
Lumajang, Motim - Upaya maksimal dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dikebut. Agar warga yang belum melakukan perekaman, bisa mendapatkan hak pilihnya.

Seperti diketahui, salah satu persyaratan pemilih, adalah harus sudah memiliki E-KTP atau Surat Keterangan (Suket) jika sudah melakukan perekaman. Saat ini, diketahui ada tiga ribu warga yang belum perekaman.

Sehingga tiga ribu warga ini tidak bisa masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang. Namun jika mereka melakukan perekaman E-KTP, nantinya bisa masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Kepala Dispendukcapil Lumajang, Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum menyampaikan, pihaknya sudah berupaya untuk mengebut perekaman. Bahkan sebelum penetapan DPT, sudah dibentuk empat tim yang tugasnya terjun langsung dari desa ke desa untuk melaksanakan perekaman.

“Saya sudah menambah tim, dari semula dua tim, sekarang ada empat tim,” katanya pada Memo Timur, Jumat (20/4).

Dalam pelaksanaan perekaman E-KTP di bawah, tidak bisa dilakukan sendirian oleh tim dari Dispendukcapil. Pihaknya juga melibatkan pihak desa, pihak kecamatan, Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara.

“Karena dikhawatirkan, yang datang ke lokasi perekaman orangnya sedikit,” lanjutnya.

Dengan bantuan PPS, tentunya mana warga yang seharusnya memiliki hak pilih tapi belum perekaman bisa dikasih tahu langsung oleh PPS. Sehingga yang bersangkutan bisa datang saat perekaman.

Dengan adanya empat tim ini, diyakini oleh Taufik bisa lebih maksimal. Pasalnya dalam sehari ada empat lokasi yang akan dikunjungi oleh tim untuk dilaksanakan perekaman. “Jadi satu hari bisa dilakukan di empat titik,” tegasnya.

Sebenarnya, warga juga bisa langsung datang ke Kantor Kecamatan atau Dispendukcapil untuk perekaman. Namun Taufik menegaskan, jemput bola seperti ini harus dilakukan, karena masih ada banyak warga yang enggan datang ke Kantor Kecamatan atau Dispendukcapil. “Kalau kita tidak turun, tidak mau,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: