Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Dari ratusan narapidana (napi) yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang, ada di antaranya yang terancam tidak bisa menyampaikan hak pilihnya. Karena masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Dari pendataan sementara, ada sekitar 25 persen di antaranya yang masih belum melakukan perekaman. Untuk jumlah pastinya, pihak Lapas meminta kepada keluarga napi agar membawa E-KTP yang bersangkutan.

Sosialisasi KPU di Lapas Lumajang
Sosialisasi KPU di Lapas Lumajang
“Sehingga nantinya diketahui, mana yang belum memiliki E-KTP,” kata Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang, Syamsul, S.Pdi pada Memo Timur, Jumat (11/5).

Selanjutnya, untuk napi yang belum memiliki E-KTP akan ikut perekaman yang akan dilaksanakan di dalam Lapas. Nantinya KPU akan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) terkait hal ini.

“Kita akan koordinasi dengan Dispenduk dan pihak Lapas untuk melaksanakan perekaman E-KTP di Lapas,” jelasnya.

Seperti diketahui, salah satu syarat pemilih, adalah harus memilki E-KTP. Di waktu coblosan nantinya, pemilik hak suara harus menunjukkan E-KTP atau surat keterangan sudah perekaman. “Aturan baru seperti itu,” pungkasnya.

KPU Lumajang juga terus melakukan sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Semua kalangan menjadi sasaran sosialisasi, agar tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada lebih tinggi dari Pilkada sebelumnya. Termasuk para napi yang masih menjalani masa tahanan.

Napi di Lapas Lumajang mendapat sosialisasi dari KPU, beberapa waktu lalu. Tujuannya, meski mereka dalam status tahanan, suara mereka harus tetap disampaikan di waktu coblosan nantinya.

Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, M. Ridhol Mujib dalam menyampaikan hak pilihnya, para napi juga memiliki kebebasan. Mereka tidak bisa terpengaruhi oleh pihak manapun.

“Silahkan memilih sesuai dengan hati nurani, jangan golput karena itu bukan bagian dari solusi,” katanya.

Ia berharap, meski kini berada di balik jeruji, napi juga memiliki tingkat kesadaran tinggi untuk Lumajang 5 tahun yang akan datang. “Sebagai warga Lumajang, mereka tentu juga punya suara nasib Lumajang kedepan,” jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: