Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Membutuhkan tenaga ahli, membuat sejumlah perusahaan di Lumajang merekrut Tenaga Kerja Asing (TKA). Data dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Lumajang, ada belasan TKA yang resmi atau legal bekerja di Lumajang.

Kepala Disnaker Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si menyebutkan, 11 TKA ini diantaranya dari Negara Jepang, Malaysia, dan China. Jumlah yang ada tidak bertambah dan berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Disnaker Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si.
Kepala Disnaker Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si.
Dari sebelas TKA, mayoritas diantaranya bekerja di sejumlah perusahaan kayu di Lumajang. Mereka merupakan tenaga ahli dan bukan tenaga kasar. “Bahkan diantaranya levelnya sudah pipimpinan,” kata Suharwoko pada sejumlah wartawan, Jumat (4/5).

Dari pendataan yang dilakukan pihaknya, salah satu alasan perusahaan mempekerjakan TKA, adalah karena produk kayu olahan dari perusahaan ini diekspor. Sehingga membutuhkan tenaga ahli untuk menjaga kualitas dan standar ekspor sesuai dengan permintaan dari negara tujuan.

“Ada yang diekspor ke Jepang, jadi tenaga ahlinya didatangkan dari Jepang. Sehingga paham standar eskpornya,” katanya.

Kemudian ada juga TKA yang bekerja di sebuah lembaga pendidikan. Yakni sebagai tenaga pengajar untuk Bahasa China. “Ada salah satu sekolah bahasa, mendatangkan guru dari China untuk mengajar Bahasa China,” ujar Suharwoko.

Sebelas TKA yang terdata ini, ketika dicek oleh Disnaker, sudah lengkap dokumennya. Sehingga sesuai aturan, mereka dinyatakan bekerja secara legal. “Izinnya juga lengkap dan sesuai dengan aturan,” katanya.

Pendataan dan pemantauan yang dilakukan oleh Disnaker, sesuai dengan instruksi dari pusat. Karena belakangan, banyak informasi mengenai TKA yang bekerja tidak sesuai dengan aturan. “Kalau di Lumajang tidak ada TKA yang tenaga kasar seperti yang ditemukan di daerah lain. Sejauh ini juga tidak ada laporan mengenai TKA ilegal atau melanggar,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: