Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Debat Pilkada Ketiga Masih Berkutat soal Pendidikan Gratis

Lumajang, Motim - Debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lumajang 2018 tahap tiga digelar Sabtu (5/5), malam di Surabaya. Dalam debat yang disiarkan langsung di salah satu tv regional Jatim, soal pendidikan gratis kembali menjadi salah satu materi perdebatan pada malam itu.

Seperti diketahui, pasangan calon (paslon) nomor urut satu, memiliki program pendidikan gratis bagi pelajar di tingkat SD hingga SMA dan sederajat. Namun untuk tingkat SMA dan sederajat mendapat sorotan dari paslon nomor urut dua, As'at - Thoriq.

Ketiga pasangan calon (paslon) saat debat Pilkada
Ketiga pasangan calon (paslon) saat debat Pilkada
Menurut As'at, tidak perlu Pemerintah Kabupaten Lumajang memprogramkan bantuan pendidikan gratis bagi SMA dan sederajat. Karena seperti diketahui, urusan SMA dan sederajat sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Karena, menurut As'at Pemprov sudah menganggarkan bantuan bagi SMA dan sederajat. Sedangkan untuk SD dan SMP atau sederajat selama ini Pemkab sudah menganggarkan melalui BOSDA (Bantuan Operasional Daerah).

“Sudah ada ada anggaran dari provinsi,” kata As'at dalam debat dengan tema Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Penyelesaian Persoalan Daerah.

Namun paslon satu menimpali, jika bantuan untuk SMA dan sederajat bisa dialokasikan melalui APBD Lumajang. Kerena tidak bisa hanya mengandalkan dari propinsi yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, hal ini juga sudah dilakukan oleh daerah lain.

“Kita bantu kelemahan dari Propinsi. Contohnya Kota Batu bisa menganggarkan,” jelasnya.

Kemudian untuk pendidikan lanjut, paslon nomor urut tiga memiliki program untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Jumlahnya sangat besar, yakni untuk seribu mahasiswa.

Namun menurut As'at, jika seribu itu terlalu besar dan harus dievaluasi lagi program tersebut. “Kalau untuk dialokasikan untuk sekolah mungkin bisa. Takutnya tidak bisa direalisasikan,” ungkapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: