Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Nilai UN Menurun, Lumajang Gagal Tembus 10 Besar se-Jatim

Smasa dan Smada Dominasi Nilai Terbaik se-Lumajang

Lumajang, Motim - Nilai Ujian Nasional (UN) 2018 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lumajang mengalami penurunan. Lumajang gagal menembus 10 besar se-Jawa Timur. Sedangkan tahun sebelumnya, ada pelajar Lumajang yang berhasil masuk 10 besar nilai UN terbaik se-Jawa Timur.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM menyampaikan, penurunan nilai UN bukan hanya terjadi di Lumajang saja. Namun di seluruh Jatim juga sama.
Pelajar dari SMA PGRI Lumajang merayakan kelulusan dengan doa bersama
Pelajar dari SMA PGRI Lumajang merayakan kelulusan dengan doa bersama
“Tetapi tahun ini, tidak ada pelajar Lumajang yang masuk di sepuluh besar,” katanya, Kamis (3/5) siang. Sementara dari nilai rata-rata, Lumajang berada di urutan tengah se-Jatim. Namun Sugiono tidak menyebutkan, ada di urutan ke berapa.

Menurutnya, penurunan nilai ini dikarenakan bobot soal ujian yang terlalu sulit jika dibandingkan sebelumnya. “Namun nilai UN ini bukan penentu kelulusan, tetapi untuk mengukur kemampuan mereka,” ucapnya saat dihubungi Memo Timur.

Sementara untuk nilai terbaik di Lumajang didominasi oleh SMA Negeri 1 (Smasa) Lumajang dan SMA Negeri 2 (Smada) Lumajang. Dari nilai yang diumumkan, sepuluh besar nilai terbaik diisi pelajar dari dua sekolah ini.

Untuk nilai terbaik se-Lumajang dari jurusan MIPA, diraih oleh Abdul Almalik Almuluk, pelajar dari SMAN 1 Lumajang, dengan total nilai 371,5. Sedangkan jurusan IPS, diraih Mohammad Sani Rafu juga dari SMAN 1 Lumajang, dengan total nilai 332,5.

Melihat dominasi Smasa dan Smada di 10 besar nilai terbaik, Sugiono menyampaikan, perlu ada pemerataan kualitas pendidikan di semua sekolah. Sehingga kualitas pendidikan yang berada di pinggiran tidak jauh beda dengan sekolah favorit atau di kota.

Untuk itu, pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru, sistem zonasi sekolah akan kembali diterapkan. Sehingga anak-anak tidak terfokus ke sekolah unggulan, namun bisa memilih sekolah di wilayah sekitar mereka tinggal.

“Coba akan kita perkuat lagi sistem zonasi sekolah pada PPDB yang akan datang,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: