Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Pemkab Gelar Operasi Pasar jelang Ramadhan, Gandeng BULOG dan Tiga Perusahaan

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar operasi pasar jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan. Dalam pelaksanaannya, selain dengan Badan Urusan Logistik (BULOG), ada tiga perusahaan yang digandeng. Untuk ikut membantu menyediakan barang kebutuhan yang akan dijual pada masyarakat.

Buntaran melepas kendaraan untuk operasi pasar
Buntaran melepas kendaraan untuk operasi pasar
Operasi pasar yang digelar, untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang Ramadhan. Kendaraan operasi yang mengangkut kebutuhan pokok, dilepas secara resmi oleh Pelaksana Tugas Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes di depan Kantor Bupati, Selasa (15/5).

Dari BULOG, menyediakan beras dengan total 3 ton kualitas medium dengan harga Rp 8.600 perkilogram. Kemudian gula 3 kwintal, dengan harga Rp. 11.500 perkilogram. Barang lainnya yang ikut dijual ada minyak dan tepung.

Sementara PT. Mustikatama, menyediakan beras 1 ton dengan harga Rp. 48.500 per 5 kilogram. Serta menyediakan bawang putih 1 kwintal dengan harga 15.000 perkilogram. Dari Wings Surya, menyediakan kebutuhan dalam bentuk paket. Seperti mie instan, kopi, sabun cuci, sabun mandi, dan pasta gigi. Sedangkan PT. Anugrah Semeru Abadi (ASA) menyediakan minyak goreng dan gula.

Buntaran menjelaskan bahwa operasi pasar tersebut sudah menjadi agenda rutin Pemkab Lumajang. “Ini sudah dilakukan seperti halnya tahun lalu, mengingat perilaku masyarakat saat mendekati bulan Ramadhan menyebabkan permintaan pasar meningkat,” ungkapnya.

Lanjutnya, hal ini harus dilakukan untuk menyeimbangkan antara ketersediaan barang dan permintaan pasar. Serta mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok. “Namun tentunya dengan harga yang lebih murah,” katanya.

Meskipun operasi pasar menyediakan barang dengan harga murah, masyarakat tidak diperbolehkan membeli dengan jumlah banyak. Ada mekanisme pembatasan pembelian per orang.

“Ada kemungkinan akan menambah jumlah barang, namun hal itu masih melihat situasi pada pelaksanaan operasi pasar yang pertama,” katanya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: