Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama bulan Ramadhan, seputaran Alun-Alun dimanfaatkan oleh banyak masyarakat untuk menjual takjil dan makanan sebelum maghrib. Namun di tahun ini, hal itu dilarang. Area Alun-Alun tetap harus bebas dari penjual takjil maupun Pedagang Kaki Lima (PKL).

Alun-Alun Lumajang
Alun-Alun Lumajang
Namun Pemerintah Kabupaten Lumajang masih memberikan tempat bagi yang mencari rezeki selama Ramadhan. Yakni dengan membolehkan berjualan di jalan masuk menuju Alun-Alun. Diantaranya Jl. Abu Bakar, Jl. Cokro Sujono, Jl. Sultan Agung, dan Jl. Imam Suja’i.

“Jadi jika dulu ada yang tiba-tiba jualan dengan pasang tenda atau yang lain di Alun-Alun, sekarang tidak boleh,” kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Yuli Harris.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Termasuk dengan Paguyuban PKL. Mereka menyetujui keputusan ini dan bersedia berjualan di tempat yang sudah ditentukan.

“Mereka setuju dengan hal ini. Mereka juga semangat karena pemerintah sudah memberikan ruang bagi mereka. Apalgi setelah Alun-Alun direhab, bisa mendongkrak perekonomian mereka,” lanjut Yuli.

Para pedagang juga sepakat, jika mereka memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan di lokasi yang ditempati untuk berjualan. “Mereka sudah sepakat, jika datang bersih, pulang juga harus bersih,” ujarnya.

Selama ini memang pedagang yang berjualan di jalan masuk Alun-Alun rata-rata sudah tertib. Meskipun ada beberapa pedagang yang melanggar dengan berjualan di area yang dilarang. Namun oleh ketua dan anggota paguyuban sudah diingatkan agar tertib.

“Nanti petugas Satpol PP yang akan mengingatkan mereka jika ada yang melanggar,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: