Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Empat PNS, Kepala BKD, dan Ketua KPU Sudah Diperiksa

Lumajang, Motim - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes memenuhi undangan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lumajang, Jumat (25/5), malam. Kedatangan Buntaran untuk dimintai keterangan terkait adanya laporan soal mutasi yang dilakukan Pemkab pada Februari 2018 lalu.

Buntaran usai diperiksa oleh Panwaslu
Buntaran usai diperiksa oleh Panwaslu
Buntaran tiba di Panwaslu tidak sendirian. Terlihat Ia ditemani Staf Ahli Bidang Pembangunan, Drs. Agus Triono dan Kepala Bagian Organisasi, Drs. Arif Sukamdi. Mereka tiba di Kantor Sekretariat Panwaslu sekitar pukul 8 malam. Namun hanya Agus Triono yang kemudian mendampingi Buntaran masuk ke ruangan pemeriksaan sekitar satu jam kemudian.

Pemeriksaan ini berlangsung cukup lama. Karena bukan hanya dari pihak Panwaslu, ada dari pihak kepolisian yang ikut memeriksa. Terlihat Kepala Unit Pidana Khusus Polres, Ipda Hariyanto, SH selaku penyidik juga masuk ke ruangan.

Hampir sembilan jam pemeriksaan dilakukan. Bahkan Buntaran harus santap sahur di dalam ruangan tersebut. Sekitar pukul 06.30 pagi, Sabtu (26/5), Buntaran baru keluar ruangan dan bergegas meninggalkan Kantor Panwaslu.

Usai keluar, kepada sejumlah awak media yang sudah menunggu, Buntaran menyampaikan alasan, pemeriksaan yang dilakukan cukup lama karena ada dua orang yang memeriksanya. Pertama, Ketua Panwaslu, Mujaddid mengenai administrasi. Kedua, Kanit Pidsus Polres Hariyanto selaku penyidik mengenai pidana.

“Dua-duanya sama bertanya banyak. Mungkin ada ratusan (pertanyaan). Jadi cukup lama,” katanya.

Ia menganggap semua pertanyaan yang ditujukan padanya semuanya penting. Utamanya mengenai surat rekomendasi dari pusat untuk pelaksanaan mutasi tersebut. Karena ada dua surat rekomendasi, Ia tidak tahu mana yang benar.

“Mereka ada data, kemudian saya diminta untuk menjelaskan data tersebut,” ungkapnya.

Meski usai diperiksa cukup lama, namun dirinya tetap bersedia hadir lagi jika dibutuhkan oleh Panwaslu. “Saya sanggup hadir lagi jika diminta. Tapi tidak tahu kapan,” tegasnya.

Sebelum Buntaran, ada empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Pemkab yang sudah diperiksa pada Kamis (24/5), malam. Mereka dijadikan saksi dalam laporan hal ini. “Sebelum ke Panwaslu sudah meminta izin ke saya dulu. Usai dari Panwaslu mereka juga menghadap saya untuk menyampaikan hasilnya,” terang Buntaran.

Kemudian Panwaslu juga sudah memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang, Siti Mudawiyah dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, Drs. Nurwakit Ali Yusron. Keduanya diperiksa pada Sabtu (26/5), siang.

Sementara itu Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwalu Lumajang, H. Amin Shobari menyampaikan, tidak semua yang diundang oleh KPU untuk dimintai klarifikasi bisa datang sesuai dengan jadwal. Namun mereka tetap memenuhi undangan dengan jadwal yang mereka minta.

“Harapannya semua hadir untuk memberikan klarifikasi,” ucapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: