Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Ratusan ODGJ dan Lansia Belum Miliki E-KTP

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) terus mengupayakan agar seluruh masyarakat sudah melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Data terakhir, ada sekitar 3 ribu warga yang masih belum perekaman atau memiliki E-KTP. Dari jumlah yang ada ini, Dispendukcapil Lumajang menyebutkan ada ratusan, diantaranya yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Lanjut Usia (Lansia).

Kepala Dispendukcapil Lumajang Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum.
Kepala Dispendukcapil Lumajang Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum.
Kepala Dispendukcapil Lumajang, Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum mengatakan, ada sekitar 300 ODGJ dan Lansia ini belum miliki E-KTP, karena tingkat kesadaran dari pihak keluarga yang minim. Oleh keluarga dianggap mereka tidak perlu atau tidak membutuhkan E-KTP.

Padahal, menurut Taufik, siapapun yang sudah memenuhi syarat, wajib memiliki E-KTP. Tidak peduli mereka ODGJ atau Lansia. “Kami berpedoman, selama masih bernyawa, harus ada data kependudukannya,” jelasnya Taufik, Jumat (6/5).

Karena, ODGJ dan Lansia juga membutuhkan pelayanan dari pemerintah dan harus ada data kependudukannya. Termasuk untuk layanan lainnya non pemerintah. “Misal ada yang sakit, dan butuh bantuan dari pemerintah, maka harus ada data kependudukannya. Pembagian hak waris juga ditanya KTPnya,” ucapnya pada sejumlah wartawan.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan aksi jemput bola dengan mendatangi langsung ke yang bersangkutan untuk melakukan perekaman. Karena mereka tidak bisa datang ke kantor Dispendukcapil, Kecamatan, atau Desa.

“Mereka gak bisa dibawa oleh keluarga untuk datang ke kantor, jadi kita yang mendatangi langsung,” ucapnya.

Contohnya, di Kecamatan Pronojiwo beberapa waktu lalu, ada puluhan ODGJ dan Lansia yang didatangi ke rumahnya untuk perekaman langsung. “Karena kita yang mendatangi sehingga kita tidak bisa melakukan perekaman yang banyak dalam sehari,” ujar Taufik.

Upaya perekaman dikebut belakangan ini, karena untuk memperjuangkan mereka yang belum miliki E-KTP agar bisa memiliki hak suara dalam Pilkada mendatang. “Insyaallah kita bisa selesaikan,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: