Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ajaran 2018/2019 sudah mulai dilaksanakan. Tahapan demi tahapan harus dilalui oleh calon peserta didik untuk bisa masuk ke sekolah yang dikehendakinya.


Namun ada sisi unik pada PPDB tahun ini. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang menyarankan agar melakukan tes urine saat pendaftaran siswa baru. Hal ini tentunya untuk mengantisipasi adanya siswa yang menjadi pengguna narkoba.

“Sudah kita sampaikan hal ini pada semua sekolah, kita sarankan untuk melaksanakan tes urine,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM pada Memo Timur.

Pihak sekolah bisa bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lumajang dalam melaksanakan tes urine. Tetapi seperti diketahui, tentunya ada tambahan biaya untuk tes urine tersebut.

Menurut Sugiono, pihak sekolah bisa membebankan biaya tes urine ini pada masing-masing calon peserta didik. “Kan biayanya tidak murah, jadi bisa dibebankan pada siswa tersebut,” katanya.

Pihak Dinas Pendidikan sendiri sudah bekerjasama dengan BNN untuk pemberantasan dan antisipasi peredaran narkoba di lingkungan sekolah. Diantaranya melalaui sosialisasi yang gencar dilaksanakan.

Tes urine pada siswa pun juga akan dilakukan, untuk memastikan mereka terhindar dari narkoba. Namun jika diketahui positif sebagai pengguna mereka tidak serta merta dikeluarkan dari sekolah.

Tetapi akan menjalani proses rehabilitasi dengan BNN. Yang bersangkutan juga masih bisa bersekolah lagi. Namun beda halnya dengan siswa yang terbukti sebagai pengedar narkoba. Sanksi tegas diberikan.

“Kalau pengguna masih akan kita rehabilitasi, tetapi jika pengedar langsung dikeluarkan dari sekolah,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: