Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Di momen lebaran, Drs. H. As’at Malik, M.Ag menyampaikan banyak hal tentang Hari Raya Idul Fitri. Diantaranya, Bupati Lumajang yang kini masih menjalani masa cuti kampanye Pilkada 2018 itu, menyampaikan tentang jabat tangan dan bermaafan dengan sesama.

As’at Malik bersama dengan keluarga
As’at Malik bersama dengan keluarga
Menurutnya, di momen lebaran, memang sangat tepat untuk silahturahmi sekaligus untuk saling memaafkan atas kesalahan yang telah diperbuat. Baik itu yang sengaja maupun tidak sengaja dilakukan.

Namun, kata Kiai As’at, jabat tangan dan bermaafan tidak harus menunggu saat momen lebaran saja. Bisa dilakukan kapan saja setiap hari. Bukan hanya menunggu hari raya, karena kesalahan yang diperbuat harus segera diselesaikan dengan meminta maaf.

“Terutama kepada orang yang jelas kita punya salah kepada mereka,” ungkapnya.

Hal ini harus dilakukan, mengingat umur manusia yang tidak menentu. Bisa kapan saja, takdir kematian menghampiri. “Umur manusia tidak menentu, jadi segera minta maaf saat bertemu dimana saja,” ujarnya.

Lanjutnya, di momen hari raya, tidak selalu dengan identik dengan hal yang baru. Misalnya baju baru ataupun cat rumah yang baru. Jadi tidak boleh memaksakan untuk hal-hal seperti itu. “Baju baru itu sunnah tidak wajib,” jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: