Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga daging ayam jenis broiler melejit. Dari pantauan di pasar, harganya mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Padahal seminggu sebelumnya harga masih di kisaran Rp 28 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi masih tetap stagnan Rp 110 ribu perkilogram.

Pedagang ayam di Pasar Baru Lumajang
Pedagang ayam di Pasar Baru Lumajang
Namun kenaikan harga daging ayam ini bukan hanya terjadi di Lumajang saja, melainkan di berbagai daerah juga mengalami hal yang sama. Informasi dari Dinas Perdagangan Lumajang kenaikan harga ini dipicu sejumlah hal.

Pertama, karena stok yang ada saat ini jumlah terbatas. “Laporan dari Menteri Pertanian, sekarang ini pedagang ayam terutama mitra yang pabrikan mengekspor ke Jepang, sehingga pasokan berkurang,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Bambang Suryo, Sabtu (9/6).

Pemicu yang kedua adalah, karena sudah menjadi tradisi sepekan jelang lebaran kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam meningkat. Sedangkan stok yang ada, jumlahnya tidak bertambah. “Jelang lebaran ini permintaan meningkat, karena banyak juga yang menggunakan daging ayam untuk selamatan (tasyakuran),” lanjutnya.

Sedangkan harga daging ayam hidup dari peternak atau pemasok juga sudah mahal. Saat ini Rp 25 ribu per kiloram. “Kebanyakan untuk Lumajang pemasoknya dari luar daerah, seperti Jember,” kata Bambang pada Memo Timur.

Sedangkan di Lumajang, sudah ada beberapa peternak yang libur tidak berproduksi selama Bulan Puasa ini. “Ada juga sebagian yang ayamnya saat ini masih berumur dua minggu, masih kecil. Karena harus berumur 40 hari baru bisa dijual,” terangnya.

Dengan adanya kenaikan yang hampir merata di berbagai daerah ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk menekan harga. Apalagi di Lumajang tidak ada perusahaan atau distributor ayam ternak. “Kalau di Surabaya menggelar operasi pasar mandiri dengan menggandeng perusahaan ternak,” jelasnya.

Apalagi di Lumajang, jarang sekali masyarakat yang menggunakan lauk alternatif selain ayam untuk tasyakuran. “Untuk pengganti sulit. Kalau di Lamongan dan Gresik itu ikan bandeng sudah biasa digunakan untuk selamatan,” ujar Bambang.

Kenaikan harga ini diprediksi akan terus terjadi hingga Hari Raya +7 nantinya. “Karena selama lebaran masih akan banyak masyarakat yang menggunakan daging ayam untuk masakan keluarga,” ungkapnya.

Sementara daging sapi memang tidak ada perubahan sejak sebelum bulan puasa. Harga masih stagnan, tidak naik dan tidak turun di angka Rp 110 ribu per kilogram. Karena diketahui, Lumajang stok daging sapi selalu aman. “Kita juga sebagai pemasok untuk daerah lainnya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: