Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Identitas Mayat Terungkap, Pelaku Tertangkap

Lumajang, Motim - Setelah dilakukan proses penyelidikan secara intensif oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang, akhirnya identitas mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan warga terkapar di tepi pantai Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat juga kondisi tubuhnya mulai membengkak pada Rabu (30/5), sekitar pukul 11.00 WIB, berhasil diungkap.

foto kasat Reskrim saat gelar perkara dan foto pelaku
foto kasat Reskrim saat gelar perkara dan foto pelaku
Sesuai dengan hasil pemeriksaan sidik jari laten mayat dikuatkan oleh keterangan pihak keluarganya bahwa mayat naas itu bernama Ribut Alfarizi (38), warga Dusun Krajan, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung.

Keterangan ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum ketika dikonfirmasi Memo Timur pada Kamis (31/5), siang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.

Menurutnya, hasil proses Outopsi diketahui panjang mayat 155 centi meter, rambut panjang 13 centi meter, pergelangan tangan sebelah kanan patah, luka tidak rata pada dahi kiri, luka memar pada dahi kiri, tenggorokan patah serta pada tulang kepala bagian belakang terdapat benjolan akibat benda tumpul.

Hasil pemeriksaan pada paru-paru kanan dan kiri di laboratorium ditemukan gelembung udara, kotoran juga sel darah merah. “Diperkirakan korban meninggal dunia antara 4-5 hari kemarin, akibat gagal bernafas,” katanya.

Atas terungkapnya identitas korban itulah, pihaknya terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan warga sebanyak-banyaknya, berharap menemukan petunjuk baru guna mengungkap kematiannya.

Upaya Tim Resmob pun tidak sia-sia, beberapa jam kemudian Tim Resmob berhasil menggaet seorang lelaki yang diduga sebagai pembunuh Ribut Alfarizi. Dia adalah Muhsin bin Matlah (41), warga Dusun Lalangan, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung. Dia ditangkap oleh Tim Resmob pada Kamis (31/5), sekitar pukul 18.00 WIB, di tepi jalan raya Desa Tunjung, tak jauh dari rumahnya.

Saat diinterogasi, dia mengaku jika dirinyalah yang menghabisi korban. Dia mengaku tega menghabisi korban, karena dia telah berselingkuh dengan istrinya hingga melahirkan seorang anak yang kini sudah berumur 1 tahun. “Motif dari pembunuhan itu adalah soal asmara. Namun, masih terus kami dalami hingga tuntas,” ungkapnya.

Pelaku juga menjelaskan, dendam kesumatnya itu dilampiaskan pada Minggu (27/5), sekitar pukul 23.00 WIB, di tepi jalan raya Desa/ Kecamatan Jatiroto, secara kebetulan dirinya melihat korban sedang turun dari bus.

Melihat korban, dirinya terus membuntuti sambil mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol N 5191 QY sambil membawa pentungan. Saat melintas di jalan sepi, dia langsung memukul kepala korban dari belakang. “Kala itu, antara korban dengan pelaku sama-sama jatuh,” ungkapnya lagi.

Pelaku langsung bangun mengambil pentungan lagi, lalu menyerang korban membabi buta dengan sasaran bagian kepala. Melihat korban tidak bergerak lagi, pelaku terus mengikat kaki dan tangan korban, kemudian dinaikkan ke atas motor terus dibawa ke arah Yosowilangun dan dibuang di sungai Desa Mleman.

Sepandai-pandai orang menyimpan bangkai, akhirnya ketahuan juga. Pribahasa itu terjadi, 2 hari kemudian mayat korban ditemukan warga terkapar di tepi pantai wisata Wotgalih dalam kondisi mengenaskan, kaki tangan terikat.

Berkat kerja keras, dalam waktu singkat pelaku berhasil ditangkap. Atas perbuatan itu, pelaku dijerat pasal 338 KUHP sub pasal 351 KUHP diancam hukuman 20 tahun bisa seumur hidup. “Kasus ini terus kami dalami, siapa tahu ada orang lain yang terlibat,” pungkas Kasat Reskrim.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: