Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sedikitnya ada 170 personil gabungan yang terdiri dari personil Sat Sabhara, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Lantas, Polsek jajaran dibantu Dinas Perhubungan juga Sat Pol PP melakukan pengamanan unjuk rasa damai di depan kantor Kejaksaan Negeri Lumajang yang terletak di jalan Gatot Subroto Kota Lumajang.

Petugas gabungan saat melakukan pengamanan didepan Kejari
Petugas gabungan saat melakukan pengamanan didepan Kejari
Unjuk rasa damai yang dilakukan oleh Kepala Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, pada Senin (16/7), sekitar pukul 11.00 WIB, dengan membawa massa sekitar 100 orang diangkut dengan 4 buah truck, diturunkan di depan kantor Kejaksaan.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Ipda Catur Budi Bhaskara ketika dikonfirmasi Memo Timur menuturkan, 170 personil gabungan itu disiagakan di sekitar kantor Kejaksaan Negeri Lumajang selain untuk melakukan pengamanan unjuk rasa, juga untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas antisipasi terjadi kemacetan yang diakibatkan oleh massa.

Ternyata, massa yang diduga sebagai pendukung Kades Sutiyo yang terjerat kasus hukum dugaan penggelapan Dana Desa senilai 7,5 juta untuk gaji salah satu Kepala Dusun (Kasun) setempat, tidak melakukan aksi apa-apa.

“Begitu turun dari truck, massa langsung duduk di halaman kantor kejaksaan dan tepi jalan sambil ngobrol sendiri-sendiri seperti warga mengantar orang pergi haji itu. Mungkin massa itu sendiri tidak tahu apa tujuannya datang ke kantor kejaksaan,” ungkapnya.

Massa bubar sekitar pukul 13.30 WIB, setelah Kades Sutiyo dibawa petugas kejaksaan menuju Lembaga Permasyarakatan kelas II B Lumajang menggunakan kendaraan dinas kejaksaan dikawal oleh personil gabungan tersebut.

”Pengamanan sengaja dimaksimalkan antisipasi aksi massa diluar dugaan. Ternyata, damai dan kondusif,” pungkas Catur Budi Bhaskara (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: