Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Demi mengantisipasi ancaman gagal panen yang kemungkinan dialami oleh para petani. Baik yang disebabkan oleh faktor cuaca ataupun serangan hama. Untuk itu petani diharuskan ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Petugas Dinas Pertanianmeninjau lahan persawahan
Petugas Dinas Pertanianmeninjau lahan persawahan
Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian (Disperta) melakukan peninjauan lapangan pada lahan persawahan milik kelompok tani (Poktan) Sahabat Tani di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Selasa (24/7/2018).

Kepala Seksi Pembiayaan dan Investasi Dinas Pertanian Lumajang, Sukarno Mukti Adi mengatakan, bahwa hingga saat ini para petani masih dihantui dengan gagal panen. Jadi, untuk menyikapi hal itu, keberadaan program asuransi pertanian ini dinilai dapat menjadi solusi yang tepat bagi para petani.

“Saat ini program asuransi pertanian ini adalah salah satu program unggulan yang bisa menjadi solusi untuk mengantisipasi ancaman gagal panen di bidang pertanian. Sejatinya asuransi pertanian ini memang sangat diperlukan oleh petani,” katanya.

Contohnya terkait kerusakan tanaman padi yang diakibatkan serangan hama wereng batang cokelat seluas 0,5 hektare yang terjadi pada Kelompok Tani Sahabat Tani di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian sudah memfasilitasi pengajuan klaim asuransi. Karena tujuan asuransi untuk melindungi petani dari ancaman kerugian akibat bencana atau serangan hama penyakit. Pemilik lahan yang sudah menjadi peserta AUTP, dan lahan padinya mengalami kerusakan mencapai 85 persen.

“Untuk petani dan lahan pertanian yang gagal panen akan bisa mendapatkan ganti rugi, jika petani pemilik lahan pertanian tersebut telah terdaftar sebagai anggota polis AUTP. Namun, jika belum terdaftar sebagai AUTP, dapat dipastikan petani tersebut tidak akan mendapatkan ganti rugi dari Asuransi,” imbuhnya.

Sukarno juga mengungkapkan, bahwa ada beberapa kategori lahan pertanian sawah yang bisa mendapatkan klaim asuransi. Selain sudah terdaftar sebagai AUTP, penyebab terkait gagal panennya harus sesuai ketentuan, diantaranya akibat musibah banjir atau serangan hama dan tingkat gagal panen serta kerusakannya minimal mencapai 75 persen dari total luas lahan.

“Untuk lahan pertanian yang rusak dengan luas satu hektar akan mendapat klaim asuransi sebesar Rp 6 juta,” ungkapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: