Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Rumah Sitam, warga Dusun Darungan, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, pada Minggu (29/7), sekitar pukul 14.00 WIB, mendadak rame didatangi tetangga kanan kiri rumahnya. Bahkan juga dari aparat kepolisian Polsek Randuagung. Beberapa jam kemudian juga datang Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Jatim.

ilustrasi
Ilustrasi
Hal tersebut dikarenakan, santernya bunyi ledakan yang terjadi di rumah Sitam, seperti halnya ledakan Bom. Usut punya usut, ledakan hebat tersebut ternyata mercon yang sengaja disulut oleh bersangkutan. Namun belum sempat meledak di udara, mercon tersebut malah meledak di bawah dan mengakibatkan korban terluka parah.

“Kondisi Pak Sitam lumayan parah, kaki dan tangannya berdarah-darah,” tutur Supriyanto kepada Memo Timur pada Senin (30/7), via teleponnya.

Melihat kejadian itu, keluarganya dibantu tetangga terus membawa Sitam menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang, agar segera mendapat perawatan medis atas lukanya. “Karena lukanya lumayan parah, Pak Sitam harus menjalani rawat inap,” ucapnya.

Awalnya kata Supriyanto, orang mengira bahwa yang meledak itu adalah Bom juga ada yang mengatakan Bondet. Namun, setelah melihat sisa dan sampah mercon besar itu, orang tidak lagi berkata Bom juga Bondet.

Dengan kejadian ini, Supriyanto berharap kepada aparat kepolisian termasuk pihak terkait lainnya, agar segera memberikan pemahaman kepada masyarakat, utamanya masyarakat pedesaan tentang bahaya bermain Mercon. “Biar masyarakat tahu bahwa mercon itu bahaya. Polisi juga harus melakukan razia terhadap penjual Mercon,” terangnya.

Pak Polisi harus segera mensosialisasikan bahaya mercon, biar masyarakat tidak sembarangan, karena cukup bahaya,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Kapolsek Randuagung, Iptu Setyo Budi saat dikonfirmasi Memo Timur menjelaskan, ledakan yang terjadi di Desa Ranulogong tersebut bukan Bom juga bukan Bondet. Melainkan Mercon milik masyarakat yang disulut, karena anaknya yang meminta.

“Itu ledakan mercon Mas, bukan Bom atau Bondet. Saya sendiri juga kaget, kenapa kok beredar kabar kalau yang meledak itu Bom, hingga tim Jihandak Polda Jatim turun ke Polsek Randuagung Mas,” ungkapnya heran.

Meski demikian, pihaknya mengaku langsung melakukan pengamanan. Kedepan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi soal bahaya mercon. “Kami berharap masyarakat jangan bermain mercon, karena jika salah menggunakannya akan membahayakan diri sendiri juga lingkungannya,” tegas Kapolsek Randuagung.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: