Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Diwarnai Aksi Ricuh Suporter, Semeru FC Kembali Tumbang di Kandang

Kericuhan laga Semeru FC vs PSIM. (fit)
Lumajang, Motim - Semeru FC Lumajang kembali melakoni laga kandang dalam lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Semeru, Senin (9/7) sore. Kali ini giliran PSIM Yogyakarta yang dihadapi. Namun Lava Semeru kembali tumbang dengan skor 0-1. Laga ini juga sempat diwarnai kericuhan. Aksi saling lempar botol terjadi dari suporter kedua tim.

Meski bermain di kandang, nampaknya Semeru FC tidak begitu memanfaatkan momentum ini di babak pertama. Hal ini terbukti, justru tim tamu yang berhasil unggul lebih dulu. Sebuah gol dari PSIM Yogyakarta tercipta dan bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak dua berjalan, Semeru FC tidak tinggal diam. Mereka lebih berjuang keras untuk dapat menciptakan gol penyeimbang skor. Berkali-kali serangan dilancarkan ke pertahanan lawan. Namun sama, peluang itu kandas. Pemain belakang PSIM bermain dengan disiplin untuk mengahalau serangan.

Sebaliknya, tim tamu juga gencar menyerang gawang Semeru FC yang dijaga Pujiantoro untuk dapat menggandakan keunggulan. Beberapa kali peluang berhasil diciptakan. Namun beruntung, masih bisa terpatahkan.

Semeru FC sebenarnya masih bisa mengejar ketertinggalan setelah mendapat hadiah penalti di sisa 15 menit pertandingan. Namun sayangnya, sang algojo, Cakhra gagal menjalankan tugas dengan bagus. Tendangannya masih mental di tangan kiper lawan.

Gagalnya penalti ini kemudian berimbas pada suporter kedua tim yang duduk di tribun. Kericuhan pecah. Aksi saling lempar botol tiba-tiba terjadi. Namun hal ini tidak mengganggu jalannya pertandingan. Petugas keamanan yang berjaga mampu menangani kericuhan tersebut dengan cepat.

Skor 0-1  untuk keunggulan PSIM ini bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit. Dengan skor ini, Semeru FC kembali gagal mendapat poin di kandang. Setelah sebelumnya juga tumbang dari Madura FC pada Kamis (5/7).

Pelatih Semeru FC, Putut Wijanarko usai laga menyampaikan, meskipun kalah, namun Ia menilai timnya kali ini bermain lebih bagus dihandingkan melawan Madura FC. Kekalahan ini menurutnya juga wajar dalam sepakbola, karena tim tamu juga bermain dengan bagus.

"Anak-anak bermain dengan bagus, tapi sayang tadi tercipta gol yang sebenarnya tidak perlu terjadi," kata dia.

Disinggung soal gagalnya penalti, ada alasan tersendiri menurut Putut. Yakni mental pemain yang sedikit teganggu karena terbebani dengan tuntutan kemenangan. Apalagi sebelumnya juga kalah besar di laga kandang.

"Ini beban berat setelah sebelumnya yang kalah 3-0. Kita memang kurang menyerang. Apalagi kta akui kita kurang striker murni. Dan pada bursa transfer nanti ada evaluasi untuk mendaptkan pemain lagi," katanya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: