Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Ikan di Ranu Klakah Mabuk, Pembudidaya Merugi

Lumajang, Motim - Fenomena ikan mabuk atau koyo di Ranu Klakah menyebabkan pembudidaya merugi. Pasalnya ikan yang seharusnya bisa dijual dengan harga normal, kali ini harus dijual dengan harga murah. Fenomena di danau yang terletak di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah ini sudah terjadi sepekan terakhir. Dan ini merupakan fenomena tahunan.

Fenomena ikan mabuk di Ranu Klakah
Fenomena ikan mabuk di Ranu Klakah
Dari informasi yang berhasil dihimpun, dampak fenomena ini, ikan yang mabuk diperkirakan mencapai puluhan ribu ekor. Baik itu ikan yang sebelumnya berada di danau lepas, maupun yang dibudidaya di keramba.

Untuk ikan yang berada di danau lepas, banyak diperebutkan oleh warga yang sengaja datang ke sana untuk menangkap ikan yang sudah dalam kondisi mabuk dan mengambang di permukaan. Cukup dengan alat sederhana, sudah bisa menangkap ikan tersebut.

Sementara untuk ikan yang sengaja dibudidaya, terpaksa harus dipanen lebih cepat sebelum mati. Para pembudidaya yang merupakan warga setempat hanya bisa pasrah dan terpaksa menjual ikan dengan harga murah. Namun ada sebagian pembudidaya yang tetap mempertahankan ikannya berada di karamba.

Warga setempat menyampaikan, fenomena ini terajadi lantaran adanya endapan kandungan belerang di dasar danau. Kandungan belerang itu menguap akibat adanya perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini.

“Kalau masalah rugi tergantung kotaknya (keramba). Kalau punya saya ini bisa rugi hingga Rp 20 juta ke atas,” kata Nugroho, salah satu pembudidaya ikan.

Seharusnya, ikan yang ada saat ini masih akan dipanen tiga bulan yang akan datang. Karena sejak bibit dimasukkan dalam keramba, membutuhkan waktu selama enam bulan. “Ikan seharusnya sampai enam bulan di sini baru dipanen. Tetapi kondisinya seperti ini, sekarang masih tiga bulan sudah harus dipanen,” terangnya.

Di Ranu Klakah, ada enam jenis ikan yang banyak dibudidaya. Diantaranya adalah Mujaer, Gurami, Tombro, Patin, Wader, dan juga Lele. Meskipun ikan yang ada dalam kondisi mabuk, namun ikan ini masih aman untuk dikonsumsi.

“Karena kadar belerangnya itu tidak tinggi, jadi untuk konsumsi aman,” kata Narwi, salah satu warga yang menjual ikan tersebut. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: