Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kesenian asli dari Lumajang, Jaran Slining siap ditampilkan pada Festival Lima Gunung (FLG) di Magelang Jawa Tengah pada 10-12 Agustus mendatang. Untuk berangkat kesana, salah satu komunitas seni, Pergerakan Budaya Makaryo Bhakti beberapa kali melakukan penggalangan dana.

Penggalangan dana dari Pergerakan Budaya Makaryo Bhakti melalui Hunting Budaya
Penggalangan dana dari Pergerakan Budaya Makaryo Bhakti melalui Hunting Budaya
Machrus dari Pergerakan Budaya Makaryo Bhakti menjelaskan, nantinya yang diberangkatkan ada 15 orang termasuk seniman dan kru yang berasal dari Kecamatan Kunir. Serta ada tiga kuda yang dibawa. Selain itu, ada sekitar 15 orang lagi dari sejumlah komunitas yang akan ikut kesana untuk mendampingi.

Untuk bisa memberangkatkan para seniman ini, Machrus menjelaskan, sudah menggelar aksi galang dana. Diantaranya dalam acara Car Free Night (CFD) di Alun-Alun melalui pertunjukkan seni dan juga Hunting Budaya di Situs Kandangan, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro.

“Apresiasi dan animo masyarakat begitu besar. Dan kita juga ingin ada proses kemandirian di sini. Ada swadaya, saling gotong royong. Itu yang kita ingin bangun. Bukan hanya sekadar didanai dan ada satu-dua orang yang berangkat ke sana,” ungkap dia.

Kenapa dipilih Jaran Slining, Machrus menjelaskan, karena beberapa tahun ini dirinya sudah mendapingi para seniman Jaran Slining di Kunir yang bisa dibilang merupakan peranakan dari kesenian Jaran Kencak.

“Kebetulan saat ini dekatnya dengan mereka,” ungkapnya.

Yang bagus nantinya dalam pertunjukkan yang akan ditampilkan, untuk iringan musik langsung dari alat musik bukan dari musik digital. Kesenian ini juga bakal dikolaborasikan dengan tari topeng dan juga tari kontemporer.

Ia menambahkan, FLG 2018 ini meskipun acara sebuah desa, namun skalanya sudah besar. Bukan hanya nasional namun juga internasional. “Banyak seniman dari nusantara akan tampil di sana. Termasuk dari luar negeri,” ujarnya.

Sehingga ini merupakan kesempatan bagus bagi Lumajang untuk mempromosikan kesenian yang ada. Agar lebih banyak dikenal masyarakat secara luas. “Kita ingin mengeksplor kesenian Lumajang agar bisa lebih maksimal,” ucapnya.

Terakhir, Machrus juga mengajak masyarakat yang ingin ikut ke sana untuk melihat proses FLG ini. Namun biayanya ditanggung yang bersangkutan. “Biaya paketnya sebesar Rp 500 ribu per orang,” punkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: