Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan drainase di Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, yang dilaporkan oleh masyarakat beberapa tahun yang lalu ke Kejaksaan Negeri Lumajang dikeluhkan warga, karena belum ada kejelasan.

Kasi Intel Kejari Kurniawan Agung Prabowo
Kasi Intel Kejari Kurniawan Agung Prabowo
Soleh (43), mewakili warga kepada sejumlah media di depan kantor kejaksaan menuturkan, warga Desa mengeluh terkait ketidak jelasan penanganan kasus tersebut, padahal oknum dari Kejaksaan sudah pernah tinjau langsung ke lapangan, untuk melihat kerusakan drainase yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu.

“Dulu awal-awalnya kasus itu dilaporkan, ada tim yang mengaku dari Kejaksaan, namanya Heri atau sapa gitu mas, melihat dan memonitor tetapi faktanya hingga detik ini kasusnya terkesan di peti eskan,” ungkapnya jengkel.

Bukan hanya itu, informasi yang masuk di masyarakat juga jelas menyebutkan, jika Kepala Desa Karangbendo itu sempat dipanggil oleh Kejaksaan hingga beberapa kali. Namun, ironisnya hingga saat ini belum ada kejelasan terhadap laporan masyarakat itu.

Pihaknya mengancam, jika masih tidak ada kejelasan atas kasus ini, masyarakat yang sudah gerah dengan jelimetnya penanganan Tipikor di Lumajang, akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Agung. “Saya bersama warga sudah membuat surat, Insya Alloh Senin depan akan kami kirim ke Kejaksaan Agung, biar semua diperiksa seperti kasus P2SEM yang pernah saya laporkan. Semuanya dibuat repot nanti,” ancamnya.

Menyikapi keluhan masyarakat ini, Kejaksaan Negeri Lumajang akhirnya angkat bicara, menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lumajang, Kurniawan Agung Prabowo, SH saat dikonfirmasi Memo Timur, Kamis siang (19/7), menuturkan, bekunya kasus yang terjadi di Desa Karangbendo beberapa tahun kemarin, karena masih belum masuk ke tahap penyidikan, kendati laporan atau aduan tersebut, sudah nyaris dua tahun mangkrak di kejaksaan.

Disinggung terkait pemanggilan kejaksaan terhadap yang bersangkutan dalam hal ini Kades sebelumnya untuk apa? Agung mengaku, kedatangan kades ke kantornya itu hanya mengklarifikasi, dan dia juga mengaku kaget kenapa media malah mengetahui soal pemanggilan tersebut, “Itu klarifikasi mas, dan kami tidak bisa membeberkan persoalan ini ke publik, karena aturannya begitu, dan kalau anda dengar soal pemanggilan, wah itu informasi yang luar biasa,” ungkapnya.

Didesak hingga saat ini kasus di desa itu sudah memasuki tahapan apa, lagi-lagi dia berkelit kalau kejaksaan tidak boleh membeberkan hasil apapun ke publik karena itu dilarang dalam undang-undangnya.

“Kami tidak bisa memberikan jawaban, dan yang pasti penanganannya masih lanjut kok, dan kini sudah ditangani oleh Pidsus. Lebih jelasnya bisa ditanyakan ke pak Kasi Pidsus yang baru, pengganti Pak Rully,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, H. Teuku Muzafar, SH., MH belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo Timur terkait laporan warga Desa Karangbendo yang mangkrak tersebut.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: