Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lumajang memutuskan untuk tidak menindaklanjut salah satu laporan dugaan politik uang. Dari proses pemeriksaan yang sudah dilakukan, dan melalui rapat pleno yang digelar Minggu (1/7), siang, diputuskan jika laporan dugaan politik uang yang terjadi di Desa Jatimulyo tidak bisa dilanjut.

Pengumumann dari Panwaslu
Pengumumann dari Panwaslu
Ketua Panwaslu, Mujaddid Mambaur Rosyad mengungkapkan, alasan laporan tidak bisa ditindaklanjut adalah karena ada syarat yang tidak memenuhi. Hal ini diketahui setelah Panwaslu melakukan proses selama batas waktu yang ditentukan.

Proses klarifikasi sudah dilakukan dengan menghadirkan pelapor, saksi-saksi, dan terlapor. Dari semua itu, kemudian Panwaslu baru membuat kesimpulan, apakah laporan memenuhi syarat untuk ditindaklanjut apa tidak.

“Laporan yang diberikan tidak memenuhi syarat materiil dan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran Pemilu,” kata Mujaddid pada Memo Timur.

Diketahui, pelapor dugaan politik uang ini bernama Rasyad. Dengan terlapor ada empat orang. Diantarnya adalah Juma'i, Syukur, Sagimah, dan Misnan alias Tila. Dugaan pelanggaran ini dilaporkan pada Senin (25/6), malam.

Panwaslu baru mengeluarkan pengumuman pada Minggu Siang, lantaran pada hari sebelumnya rapat pleno batal digelar. Dengan alasan salah satu komisioner masih berada di luar kota

“Kita baru pleno Minggu siang dan sampaikan hasilnya,” ujarnya.

Dengan hasil keputusan ini, tim sukses pasangan calon (paslon) dua berniat mendatangi Kantor Sektetariat Panwaslu lagi untuk menanyakan lebih detail keputusan tersebut. Informasinya, Minggu Sore timses sudah datang ke sana. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: