Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Pendaftaran Ditutup, Sejumlah SMA/SMK Negeri Kekurangan Siswa

Lumajang, Motim - Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Lumajang telah selesai dilakukan. Pendaftaran sudah ditutup. Namun ada sejumlah sekolah yang masih kekurangan siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang, Drs. Sugiono Eksantoso
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang, Drs. Sugiono Eksantoso
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang, Drs. Sugiono Eksantoso, MM menyampaikan, saat ini untuk PPDB SMA/SMK Negeri sudah sampai tahap daftar ulang. Artinya tidak boleh lagi ada sekolah yang membuka pendaftaran meskipun masih belum terpenuhi jumlah pagunya.

“Sesuai kebijakan kita, sekolah tetap tidak boleh menerima atau menambah siswa lagi dengan memperpanjang waktu pendaftaran,” katanya pada Memo Timur, Rabu (11/7).

Sugiono menyebut, sekolah yang belum terpenuhi pagunya paling banyak di kecamatan pinggiran. Seperti di Jatiroto, Pronojiwo, Klakah, Candipuro, dan Rowokangkung. “Rata-rata kekurangan siswa sebanyak satu kelas,” ucapnya. Pagu satu kelas, seharusnya diisi 36 siswa.

Lanjutnya, ini merupakan kebijakan dari Provinsi Jawa Timur dan sudah Ia sampaikan pada semua pihak sekolah di Lumajang. “Jadi jika ada (kelas) yang kosong maka biarkan kosong,” tegasnya.

Untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang belum mendapat sekolah, sehingga selanjutnya diarahkan ke SMK/SMA Swasta. “Karena nanti (yang belum dapat sekolah) jatahnya swasta untuk ikut berpartisipasi mencerdaskan bangsa,” ujar Sugiono.

Untuk sekolah swasta memang tidak ada batas pendaftaran, apa kata pihak sekolah masing-masing. Jadi masih ada waktu untuk mereka mendaftar ke SMA/SMK Swasta. “Untuk jadwalnya tergatung pihak sekolah hingga kapan,” katanya.

Meskipun sekolah swasta, Sugiono menyebut sudah banyak sekolah di Lumajang yang kualitasnya setara dengan negeri. “Sekarang banyak juga yang swasta sudah maju dan banyak diminati,” tutur dia.

Untuk di Lumajang sendiri, jumlah SMA/SMK Negeri ada 21 sekolah. Sedangkan SMA/SMK Swasta sebanyak 55 sekolah. Sehingga totalnya ada 76 sekolah yang tersebar di semua wilayah kecamatan di Lumajang.

Namun pihaknya masih belum melakukan pendataan secara detail terkait jumlah kekurangan pagu secara keseluruhan. Dalam waktu dekat rencananya pendataan itu akan dilakukan di masing-masing sekolah yang tidak terpenuhi pagunya.

Ditanya alasan kenapa ada sekolah negeri yang kekurangan siswa, Sugiono menyebut sejumlah penyebab. Namun menurutnya itu bukan dampak dari aturan zonasi. Penyebabnya adalah masih ada pelajar yang memilih untuk bersekolah di kawasan kota.

“Di kota memang menjadi pilihan utama. Sehingga jika tidak di kota jadi enggan,” terang Sugiono.

Penyebab lainnya, adalah banyak para orangtua yang lebih memilih untuk memasukkan anaknya ke Pondok Pesantren setelah lulus SMP. “Karena selain murah, ada pendidikan agama di sana sehingga tidak perlu menyekolahkan lagi ke madrasah. Karena Full Day School (FDS) juga banyak diminati,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: