Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Gara-gara rebutan hak asuh cucu, Seneran, warga Dusun Dungpring, Desa Barat Kecamatan Padang dan Slamet, warga Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, berselisih faham dan nyaris adu jotos. Beruntung, warga yang melihat kejadian itu segera mendatangi dan melerainya.


Luka pada salah satu tangan Pak Slamet itu, bukan luka akibat senjata tajam. Luka itu juga sudah di visum ET Repertum kok,” ungkap Kapolsek Padang, Iptu Toni Supartono kepada Memo Timur, Jum,at (5/7) via ponselnya.

Perselisihan faham kedua orang berbesan itu terjadi berawal ketika Slamet bersama anaknya bernama Ul bertandang ke rumah Seneran, besannya, berniat hendak menjemput cucunya bernama Dimas. Karena kedatangannya dianggap kurang sopan oleh keluarga Seneran, akhirnya terjadi perselisihan faham hingga menyebabkan salah satu tangan Slamet terluka.

“Saya tegaskan sekali lagi, bahwa luka itu bukan akibat benda tajam atau senjata tajam Mas,” ungkapnya lagi.

lanjut Kapolsek Padang, perkara dua keluarga berbesan ini sudah ditangani oleh unit Reskrim Polsek Padang. Dan kedua belah pihak sendiri sudah bersedia untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

“Ul, anak Pak Slamet menikah dengan anak Pak Seneran punya anak Dimas. Ada ketidakcocokan, anaknya dibawa suaminya. Pak Slamet itu mau menjemput cucunya agar dirawat oleh Ul, anaknya. Tapi, terjadi salah faham itu,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: