Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » Sempat Tertunda, PCNU Segera Gelar Konferensi Cabang

Lumajang, Motim - Sempat tertunda, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang segera menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk menentukan pengurus PCNU di periode selanjutnya. Konfercab akan digelar pada 14-15 Juli mendatang.

Gedung PCNU Lumajang
Gedung PCNU Lumajang
Ketua PCNU Lumajang, Drs. KH. M. Nur Sjahid, M.A. menyampaikan, mestinya Konfercab digelar pada Desember tahun kemarin. Namun ada sejumlah pertimbangan sehingga harus ditunda terlebih dulu.

Nur Sjahid menjelaskan, jika harus dilakukan pada Desember lalu, waktu persiapan mepet. Karena tidak berselang lama setelah terpilihnya ketua antar waktu untuk menggantikan Ketua PCNU sebelumnya, Drs. Syamsul Huda, M.Pd yang tutup usia.

Pertimbangan lainnya adalah, beberapa bulan kemarin berbarengan juga dengan pesta demokrasi. Maka dipilih waktu yang lebih kondusif setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 seselai.

“Sehingga tidak berbarengan dengan kondisi politik,” kata Nur Sjahid.

Sejauh ini, persiapan sudah mulai dimaksimalkan. Panitia sudah mempersiapkan sesuatunya agar pelaksanaan Konfercab nantinya bisa sukses terlaksana. Rencananya Konfercab akan digelar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto.

Bicara masalah calon pengurus dan ketua di periode baru nantinya, Nur Sjahid mengungkapkan akan banyak wajah-wajah muda dan baru. “Karena masih banyak teman-teman yang muda energik,” jelasnya.

Sementara untuk calon ketua, sudah ada beberapa nama yang muncul. Diantaranya Gus Wadud, Gus Lutfi, serta Gus Nawawi. “Ada juga nama-nama lainnya yang sudah masuk dan siap bekompetisi nantinya,” ungkap dia.

Namun siapapun yang akan terpilih nantinya, Nur Sjahid menginginkan mereka bisa bersinergi dengan pengurus sebelumnya. Sehingga mampu mensinkronkan program sebelumnya yang sudah berjalan atau direncanakan.

“Contohnya adalah klinik dan rumah sakit milik NU. Ini harus diketahui oleh orang-orang baru nantinya. Harus diproses perizinannya. Jika tidak tahu maka bisa nol,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: