Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kasus dugaan pencabulan yang dilaporkan Bunga asal Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Selasa (24/7), sekitar pukul 11.30 WIB kemarin, sudah ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.

Bunga saat berada di Sentra Pelayanan Kepolisian
Bunga saat berada di Sentra Pelayanan Kepolisian
Keterangan ini disampaikan oleh Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres Lumajang, Iptu Harianto, SH, MH mendampingi Kasat Reskrim, AKP Hasran, SH, M.Hum saat dikonfirmasi Memo Timur via telepon pada Rabu (25/7).

Bunga selaku korban dengan terlapor sebut saja X, warga Kecamatan yang sama, sebenarnya sudah ada ikatan alias bertunangan. Aksi pencabulan itu, terjadi sebulan yang lalu bermula saat X terlapor menjemput Bunga di rumahnya untuk mengajak jalan-jalan.

Karena yang menjemput tunangannya, yakin tunangannya itu bisa melindungi putrinya, orang tua Bunga langsung mengijinkan dia pergi. Usai jalan-jalan, X membawa Bunga ke sebuah tempat lalu melakukan pencabulan terhadap Bunga.

Tak terima dengan kelakuan X tunangannya itu, setelah pulang ke rumahnya Bunga langsung menceritakan nasib yang menimpanya kepada orang tuanya. Mendengar cerita putrinya, orang tua Bunga kemudian memanggil X untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya.

“Orang tua Bunga mendesak X segera menikah dengan putrinya, katanya tak mau kejadian serupa terjadi lagi,” katanya.

Namun, X menolak atas permintaan orang tua Bunga. Meski demikian, orang tua Bunga memilih diam dan mengira X masih akan berunding dengan orang tuanya. Tak lama kemudian X ditanya lagi, tapi X tetap menolak untuk segera menikah. Kemudian orang tua Bunga memberikan waktu untuk berpikir.

Karena ditunggu tak kunjung ada jawaban, akhirnya Bunga memilih melaporkan nasib yang menimpanya itu ke SPK Polres Lumajang. Lanjut KBO Sat Reskrim, apabila dalam proses pemeriksaan nanti perbuatan X terbukti bersalah, maka atas perbuatannya itu X akan dijerat dengan pasal 82 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dipidana hukuman penjara minimal 5 Tahun.

“Bunga sudah dimintai keterangan. Visum, juga sudah dilakukan. Sebentar lagi, penyidik PPA akan memanggil X sebagai terlapor untuk dimintai keterangan atas laporan Bunga tersebut,” tegasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: