Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Seorang pelaku pencurian sepeda motor dengan kekerasan alias begal komplotan Andre (30), warga Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh unit Reskrim Polsek Ranuyoso, akhirnya berhasil digulung Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.

Kasat Reskrim saat mengawal pelaku begal menuju RS Bhayangkara
Kasat Reskrim saat mengawal pelaku begal menuju RS Bhayangkara
Pelaku yang dikenal cukup sadis dan tidak segan-segan melukai orang yang menjadi sasaran kejahatannya digulung Tim Resmob di jalan Bay Pas Ngurahrai, Denpasar, Provinsi Bali. Turut diamankan 1 unit sepeda motor Honda Vario Nopol N 2546 PE hasil kejahatannya. Pelaku begal itu bernama Satrum (19), warga Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso.

“Salah satu kaki Satrum kami brondong dengan timah panas, karena berusaha kabur juga menyerang petugas. Beruntung anggota cukup waspada lalu diambil tindakan tegas itu,” kata Kasat Reskrim, AKP Hasra, SH, M.Hum kepada Memo Timur, Minggu (19/8).

Awalnya, pada Rabu (28/6/2017), telah terjadi aksi pencurian sepeda dengan kekerasan alias begal di jalan raya Desa/Kecamatan Ranuyoso. Korbannya adalah seorang mahasiswi bernama Inneke Cahyaning Mardika (21), warga jalan Timbangan, Dringu, Probolunggo. “Modusnya, korban dipepet oleh pelaku dan kawan-kawannya. Seteleh berhenti, pelaku meminta paksa motornya sambil mengancam menggunakan celurit,” ujarnya.

Atas kejadian itu kemudian korban melapor ke Polsek Ranuyoso. Berkat kerja keras unit Reskrim Polsek Ranuyoso dibackup Sat Reskrim Polres Lumajang, akhirnya berhasil membekuk Andre (30), warga Desa Penawungan. Saat diinterogasi, Andre mengakui jika sepeda motor milik korban Inneke dirampas oleh dirinya bersama 3 temannya, antara lain Satrum dan Misrat, warga Desa Penawungan juga Amin, warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Dari keterangan Andre itulah, Tim Resmob terus melakukan penyelidikan diperoleh informasi apabila Satrum kabur ke Denpasar Bali. “Kami dibantu Tim Resmob Bali akhirnya berhasil menggulung Satrum, meskipun harus dibrondong dengan timah panas. Misalnya tidak menyerang anggota, kami tidak akan mengambil tindakan tegas itu Mas,” ungkapnya.

Untuk keperluan proses pemeriksaan dan pengembangan, Satrum terus diboyong menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, kemudian dibawa ke Polres Lumajang.

Kepada penyidik, Satrum bersama 3 temannya itu pernah beraksi begal 7 kali di wilayah hukum Polsek Ranuyoso dan 1 kali di wilayah Polres Probolinggo dengan rincian utara lapangan kerapan sapi 2 kali, utara gentengan 1 kali, selatan SPBU AKR 1 kali, perbatasan Kecamatan Ranuyoso dan Probolinggo 1 kali serta di jalan raya Desa Tegal Bangsri 1 kali.

“Satrum sudah meringkuk di sel tahanan Polres Lumajang. Untuk DPO Amin dan Misrat masih terus diburu oleh Tim Resmob. Bantu do’a semoga 2 DPO yang sangat meresahkan masyarakat ini segera tertangkap,” pungkas Hasran.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: