Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Mahalnya harga daging ayam hingga saat ini, salahsatunya disebabkan oleh pakan ternak yang juga mahal. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Lumajang mengupayakan untuk pemenuhan pakan ternak secara mandiri. Yakni dengan cara menyediakan pakan dari beras jagung.
Daging ayam yang dijual di pasaran
Daging ayam yang dijual di pasaran
Seperti diketahui, harga daging ayam jenis broiler dari pantauan terakhir mencapai Rp 40 ribu perkilogram di pasaran. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lumajang Ir. Paiman menyebut, upaya pemenuhan pakan ternak dari beras jagung bisa menekan harga daging ayam.

Tentunya nanti ada dinas lainnya yang memiliki wewenang untuk pemenuhan pakan ternak lokal ini. “Seperti beras jagung, saat ini (harus didata) berapa lahan jagung yang bisa diperkuat untuk bisa kita jadikan pakan itu,” ujarnya pada Memo Timur, Senin (6/8).

Namun naiknya harga daging ayam seperti diketahui bukan hanya terjadi di Lumajang saja. Tetapi sudah merupakan problematika di skala nasional. Untuk itu, selain melakukan upaya secara mandiri, Pemkab Lumajang juga masih menunggu program dari pusat untuk penekanan harga tersebut.

“Sebenarnya itu salahsatu cara kita saja. Kita ikuti perkembangannya dengan mengikuti program dari pusat,” kata Paiman.

Selain harga pakan, Paiman menyebut ada sejumlah alasan lain kenapa harga daging ayam melonjak. Salahsatunya disebabkan cuaca akhir-akhir ini yang berdampak pada biaya perawatan ternak agar tetap sehat.

“Saat ini kan musim dingin. Ini juga berdampak pada banyak penyakit. Nanti pihak (dinas) terkait berupaya agar ayam ataupun ternak agar sehat,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: