Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Di era modern saat ini, permainan sekaligus olahraga tradisional seperti gobak sodor sudah jarang dimainkan oleh masyarakat. Agar tidak hilang atau punah, untuk itu para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang ikut melestarikannya.

Perlombaan gobak sodor yang diikuti ASN Pemkab Lumajang. (fit)
Perlombaan gobak sodor yang diikuti ASN Pemkab Lumajang. (fit)
Upaya pelestarian olahraga tradisional ini dikemas dalam perlombaan sekaligus untuk memeriahkan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun. Ada sejumlah jenis olahraga tradisional yang diperlombakan di halaman Kantor Bupati Lumajang mulai Selasa (7/8).

Perlombaan ini diikuti para ASN perwakilan dari masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di hari pertama, ada gobak sodor yang diperlombakan. Permainan ini terdiri dari dua tim. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Terlihat para ASN sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Mereka dengan semangatnya bermain untuk dapat memenangkan perlombaan. Mereka juga terlihat rela jatuh-bangun demi sebuah kemenangan.

Suasana dalam perlombaan juga begitu meriah. Karena juga ada banyak pendukung dari masing-masing tim yang datang kesana. Memberi dukungan atau semangat dengan berteriak agar timnya bisa menang.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemuda dan Olahraga Lumajang, Agus Budianto, S.STP yang juga sebagai penanggungjawab kegiatan, menyampaikan perlombaan olahraga tradisional ini digelar untuk mengingatkan pada masyarakat, jika ada ada tradisi yang dimiliki Inonesia yang perlu dilestarikan.

“Sehingga masyarakat kita tahu, kita memiliki tradisi ini,” katanya pada sejumlah wartawan.

Selain gobok sodor, olahraga tradisional lainnya yang akan diperlombakan adalah dagongan, terompak, dan gebuk bantal. Perlombaan akan digelar hingga 9 Agustus mendatang. “Ada empat olahrga tradisional yang kita pilih,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: