Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kiper andalan Semeru FC Lumajang M. Pujiantoro harus menjalani operasi usai pecahan kaca menyayat tangannya. Ini merupakan imbas dari kekecewaannya atas hasil laga sebelumnya. Ia meninju kaca ruang ganti hingga pecah dan bedampak pada luka serius di tangan kanannya.
Kondisi M. Pujiantoro di rumah sakit sebelum dioperasi
Kondisi M. Pujiantoro di rumah sakit sebelum dioperasi
Manajer Semeru FC Micko Agus Pribadi menyampaikan, operasi sudah dilakukan pada Senin (6/5) sekitar pukul 5 pagi di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Operasi berjalan dengan lancar dan kiper asal Malang itu kemudian harus menjalani masa pemulihan.

“Sekarang tinggal pemulihan pasca operasi,” katanya pada Memo Timur. Utuk pemulihan ini, Pujiantoro mendapat perawatan di Ruang Rawat Inap VIP Anggrek RSUD dr. Haryoto. Micko tidak bisa memastikan hingga kapan kiper bernomor punggung 78 dirawat di rumah sakit.

Micko menjelaskan, operasi harus dilakukan karena otot tendon tangan Pujiantoro putus. Meskipun saat kejadian, Ia meninju kaca dalam keadaan tangannya masih terbungkus sarung tangan.

Seperti diketahui, aksi nekat dilakuka pria berusia 27 tahun itu usai Semeru FC harus menelan kekalahan di laga perdana putaran kedua Liga 2 Indonesia melawan Kalteng Putra di kadang sendiri, Stadion Semeru, Minggu (5/8) sore.

Ia nampaknya bukan hanya kecewa dengan skor akhir 0-1 untuk tim tamu. Namun juga kecewa dengan kepemimpinan wasit sore itu yang dinilai banyak merugikan Semeru FC. “Ini pelampiasan dia dengan hasil dan wasit juga,” kata Micko menyampaikan alasan Pujiantoro.

Saat meninju kaca ruang ganti itu, suara pecahan terdengar cukup keras. Seketika itu juga darah bercucuran dari tangannya hingga ke lantai. Aksi sigap dilakukan orang-orang yang ada disana untuk memberikan pertolongan pertama agar luka tidak lebih parah. Ia kemudian ditandu oleh petugas kesehatan dibawa ke ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit.

Degan kondisi ini, kiper kelahiran 12 Januari 1991 itu harus absen di beberapa laga. Semeru FC pun harus menyiapkan kiper cadangan untuk menggantikan posisinya. “Ini kerugian sebenarnya harus absen. Nanti akan digantikan kiper cadangan, ada Guntur dan Ardi,” jelas Micko.

Pertandingan selanjutnya yang harus dilakoni Semeru FC adalah laga tandang melawan PSBS Biak di Papua pada 10 Agustus mendatang. The Lava akan bertolak kesana dua hari sebelum pertandingan. “Tanggal 8 Agustus kita berangkat,” pungkas Micko. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: