Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Bangun 4 Pos Pantau di Perbatasan Lumajang jadi Solusi

Lumajang, Motim - Komisi C DPRD Lumajang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Jumat (10/9), pagi. Kedatangan mereka untuk melihat lebih lanjut sejauh mana potensi pajak yang didapat oleh daerah. Khususnya dari pajak tambang pasir. Namun Komisi C menyebut, ternyata potensi kebocoran pajak masih ada.
Ketua Komisi C, Drs. H. Suigsan, MM
Ketua Komisi C, Drs. H. Suigsan, MM
“Setelah kita amati, ternyata potensi kebocoran pajak (pasir) selalu ada,” kata Ketua Komisi C, Drs. H. Suigsan, MM pada sejumlah wartawan.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan upaya untuk meminimalisir kebocoran itu. Caranya dengan membangun empat pos pantau di daerah perbatasan Lumajang. Yakni di Kecamatan Pronojiwo, Yosowilangun, Ranuyoso, dan Jatiroto.

“Harapannya dengan pos pantau ini, mereka (oknum) tidak bisa bermain-main lagi,” tegasnya.

Bahkan, untuk jam operasional di pos pantu ini tidak dibatasi. Selalu dilakukan sehari penuh atau selama 24 jam. Untuk petugasnya, nantinya melibatkan dari instansi vertikal untuk berada di sana tentunya.

Keuntungan lain dengan adanya pos pantau ini, kata Suigsan adalah, untuk warga Lumajang tidak akan dikenakan pajak. Pasalnya yang bakal melintasi pos ini adalah kendaraan pengangkut pasir yang akan menuju ke luar kota.

“Warga Lumajang tidak kena pajak. Yang kena pajak yang keluar kabupaten,” tegasnya. Ia juga meyakini dengan upaya begini nantinya bisa mendongkrak pendapatan pajak dari pasir. “Dengan begini otomatis pajak kita naik,” lanjutnya.

Ia menambahkan, manfaat lainnya adalah juga dapat menekan praktik tambang ilegal yang diduga sejauh ini masih ada di Lumajang. “Yang ilegal mining yang titip KSP, ini sudah tidak bisa,” jelasnya.

Karena dari pos pantau ini, menurutnya akan diketahui sejauh mana kemampuan pengusaha tambang berizin untuk mengangkut pasir keluar daerah. Jika total tonasenya melebihi kemampuan, kemudian dapat dicurigai untuk ditindak lebih lanjut.

“Jika melebihi, kita pantau di titik koordinatnya,” jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: