Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Komunitas pecinta burung kicau di Lumajang ikut menolak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 20 tahun 2018 tentang satwa dilindungi. Puluhan orang yang tergabung dalam FKMI (Forum Kicau Mania Indonesia) Lumajang melakukan penolakan melalui aksi damai di Bundaran Adipura, Selasa (14/8).

Komunitas pecinta burung kicau gelar aksi di Bundaran Adipura
Komunitas pecinta burung kicau gelar aksi di Bundaran Adipura
Seperti diketahui Permen No. 20 ini mengatur bahwa beberapa satwa, termasuk burung mulai masuk dalam kategori satwa dilindungi. Diantaranya seperti murai batu, cucak ijo, jalak suren, dan pleci. Padahal burung-burung tersebut mayoritas dimanfaatkan masyarakat terutama pecinta burung kicau untuk diternak dan juga dilombakan.

Koordinator aksi, Rohim menyampaikan, untuk menolak peraturan ini, pihaknya akan meliburkan aktifitas lomba burung kepada gantangan mitra BnR yang ada di Lumajang. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap aksi unjuk rasa FKMI di Jakarta.

Mereka juga ingin pemerintah mengkaji ulang peraturan tersebut. “Pemerintah yang berkompeten untuk meninjau atau mengkaji ulang atas permen LHK 20 2018 karena akan berdampak negatif pada sektor perekonomian kami,” ungkapnya.

Selain itu, mereka juga proaktif dan meningkatkan lagi di bidang sosial dan lingkungan hidup terkait kekhawatiran adanya ketidak seimbangan ekosistem yang diakibatkan oleh profesi dan hobby yang mereka jalani.

“Kami siap ikut andil dalam meningkatkan pelestarian burung dan penghijauan baik secara pribadi, organisasi atau bekerja sama dengan dinas terkait di kabupaten Lumajang,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: