Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Upacara hari kemerdekaan Indonesia di Lumajang dilaksanakan dengan banyak cara. Selain ada yang melaksanakan dengan pakaian formal, ada juga yang melaksanakan dengan menggunakan pakaian adat.

Upacara di Situs Kandangan
Upacara di Situs Kandangan
Jika di Alun-Alun Lumajang peserta upacara tentunya menggunakan pakaian formal. Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag yang menjadi inspektur upacara. Pelaksanaan upacara di Alun-Alun berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan upacara di tempat lainnya yang nampak berbeda, adalah yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Karena para peserta yang merupakan santri dan juga para kiai upacara dengan menggunakan sarung.

Istimewanya, dalam upacara ini juga dihadiri oleh Bupati Lumajang terpilih, Thoriqul Haq yang sekaligus menjadi inspektur upacara. Thoriqul Haq juga tak lupa menggunakan sarung, sama dengan peserta lainnya.

Pelaksanaan upacara yang juga terlihat berbeda, juga dilaksanakan di kawasan Situs Kandangan Kecamatan Senduro. Peserta upacara yang merupakan warga setempat mengenakan pakaian adat dan juga pakaian ibadat umat Hindu. Karena warga setempat mayoritas adalah beragama Hindu.

Namun, sebagai bentuk toleransi, upacara ini tidak hanya dihadiri oleh umat Hindu saja. Umat Islam juga turut hadir dengan pakaian ibadat juga. Bersarung dan berkopyah untuk pria, dan berhijab untuk wanita yang ikut melaksanakan upacara.

Di kesempatan lain, Bupati As’at menyampaikan, di momen Hari Kemerdekaan, masyarakat bisa tetap menjaga persatuan. Sebagai modal dasar untuk membangun bangsa. Apalagi kemerdekaan diraih dengan perjuangan dan pengorbanan.

“Negeri ini merdeka dengan pengorbanan darah dan semangat untuk bersatu,” katanya.

Untuk itu, Ia berharap semua masyarkat bisa tetap bersatu tanpa melihat adanya perbedaan. Saling menghargai perbedaan yang ada. “Tidak mungkin negara ini bisa bersatu, jika kita mempersoalkan perbedaan yang mengakibatkan bangsa ini bercerai berai,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: