Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Setelah dilakukan proses pemeriksaan secara intensif atas dugaan penyalahgunaan dana hibah penguatan modal usaha dari pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap kelompok usaha masyarakat Bananas Mandiri Desa Kecamatan Rowokangkung, akhirnya penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang berhasil menemukan kerugian uang negara senilai 52 juta.
Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang Iptu Hariyanto, SH,. MH. (cho)
Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang Iptu Hariyanto, SH,. MH. (cho)
Atas dasar temuan itulah akhirnya penyidik terus menetapkan seorang pengurus Bananas Mandiri sebagai tersangka." FAS resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,"ungkap Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang Iptu Hariyanto, SH,. MH mendampingi Kasat Reskrim AKP Hasran,SH., M.Hum kepada Memo Timur.

Atas perbuatannya FAS dijerat pasal 2 dan 3 UURI Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. FAS terancam dipidana hukuman penjara minimal 1 tahun Tahun."FAS belum kami tahan, karena menunggu hasil penghitungan kerugian Negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),"ungkapnya lagi.

Kasus ini berawal pada Tahun 2015 FAS ini mengajukan proposal mohon bantuan modal kepada pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Koperasi dan UKM sebagai usaha simpan pinjam. Namun, saat pencairan oleh FAS selaku pengurus mengambil sebagian dana itu untuk kepentingan usaha pribadinya lalu dibelikan alat konveksi semisal mesin jahit, mesin obras, mesin bordil serta perlengkapan lainnya.

Parahnya, FAS mengajukan bantuan modal usaha tanpa sepengetahuan anggota yan direkrutnya. Dia juga membuat laporan pertanggungjawaban usaha kelompok Bananas Mandiri tidak dengan sebenarya."Mesin jahit, mesin obras, mesin bordil dan barang lainnya sudah kami sita untuk dijadikan sebagai barang bukti (BB) dalam persidangan di Pengadilan Tipukor nanti," pungkas Hariyanto.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: