Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Ada sebuah keunikan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lumajang Tahun Anggaran 2018. Pasalnya, dalam setahun bakal dijalankan oleh 4 pemimpim daerah yang berbeda.
Rapat Paripurna di Kantor DPRD Lumajang. (fit)
Rapat Paripurna di Kantor DPRD Lumajang. (fit)
Hal ini dikarenakan, 2018 merupakan tahun politik dengan adanya pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2018-2023. Sehingga ada sejumlah transisi kepemimpinan dalam setahun.

Pertama, seperti diketahui di awal tahun 2018, dari Januari sampai 15 Februari APBD dijalankan oleh Bupati Drs. H. As’at Malik, M.Ag. Setelah itu, bupati harus cuti kampanye Pilkada dan posisinya digantikan sementara oleh Wakil Bupati dr. Buntaran Suprianto, M. Kes sebagai pelaksana tugas (plt) sekaligus jadi pemimpin kedua yang mejalankan APBD.

“APBD 2018 (saat itu) menjadi tanggungjawab plt bupati yang dijabat oleh wakil bupati,” kata Buntaran saat membacakan Nota Penjelasan Bupati terhadap Raperda Perubahan APBD Lumajang Tahun Anggaran 2018 dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD, Senin (6/8).

Buntaran kala itu menjalankan tugasnya sebagai plt bupati hingga 23 Juni atau sesuai dengan masa akhir cuti kampanye As’at Malik. Selanjutnya, ketika bupati aktif kembali otomatis pelaksanaan APBD ditangani oleh As’at lagi.

Namun masa jabatan As’at dan Buntaran akan berakhir pada 25 Agustus mendatang. Sehingga setelah tanggal itu, pemimpin yang akan menjalankan APBD akan berubah lagi. Dalam hal ini, adalah pejabat (pj) bupati yang akan ditunjuk nantinya dan menjadi pemimpin ketiga yang akan menjalankan APBD.

“Setelah tanggal 25 Agustus nanti sampai dengan saat pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih, APBD menjadi tanggungjawab pj bupati yang yang ditunjuk,” ujar Buntaran dalam paripurna yang tidak dihadiri langsung oleh Bupati As’at.

Pj bupati pun akan memegang tanggungjawab ini hanya sebentar saja. Pasalnya, pada September mendatang, pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih akan dilaksanakan. Dalam hal ini Bupati Terpilih Thoriqul Haq sekaligus menjadi pemimpin keempat yang akan mengambil kendali APBD 2018 sampai tutup tahun anggaran.

“Sampai dengan akhir tahun anggaran, APBD 2018 menjadi tanggungjawab bupati dan wakil bupati yang baru,” lanjutnya.

Meskipun ada beberapa kali estafet kepemimpinan di 2018, namun Buntaran menyebut itu bukanlah sebuah permasalahan. “Mengingat APBD 2018 siapapun yang melaksanakan sudah melalui sebuah proses dan tahapan yang telah dibahas bersama dengan DPRD Lumajang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono, S.Sos menegaskan, Pembahsan Raperda Perubahan APBD Lumajang Tahun Anggaran 2018 akan dilakukan secara maksimal antara pihak legislatif dengan eksekutif.

“Ada semangat dalam hal ini sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan ini menjadi yang terbaik untuk bupati dan wakil bupati,” tegasnya. Paripuna selanjutnya akan digelar pada Kamis (9/8) mendatang. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: