Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Anggota DPR RI, Drs. Ayub Khan, M.Si bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur, kembali melakukan sosialisasi pengembangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Lumajang.

Sosialisasi Pengembangan Kampung KB
Sosialisasi Pengembangan Kampung KB
Kali ini giliran Desa Kedawung, Kecamatan Padang yang didatangi. Desa Kedawung menjadi desa kedua yang didatangi. Sebelumnya, Kampung KB Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono yang menjadi tempat untuk sosialisasi.

Kepala BKKBN Jatim, H. Yenrizal Makmur menyampaikan, melalui Sosialisasi Pengembangan Kampung KB, diharapkan masyarakat di desa lebih peduli dengan kesehatan. “Kita harap desa ini aktif, kegiatan kemasyarakatan seperti Posyandu bisa dijalankan,” katanya.

Ia juga berharap, Kampung KB yang dibentuk, dapat menekan angka pernikahan dini. Karena ada resiko besar yang menanti. Untuk itu SDM masyarakat harus ditingkatkan agar mereka bisa memahami hal ini.

“Karena resiko melahirkan sebelum waktunya juga berisiko, bagi bayi maupun ibunya. Bayi yang dilahirkan pun juga jarang sehat,” katanya.

Lanjutnya, kesehatan terhadap balita, para orangtua harus memperhatikannya betul. Karena dampaknya sangat besar terhadap tumbuh kembangnya nanti. Salah satunya adalah harus memperhatikan imunisasinya.

“Karena kecerdasan anak ini dibangun saat balita,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ayub Khan menyampaikan, dengan adanya pengembangan Kampung KB, harus ada integrasi program dari pusat, provinsi, maupun daerah. “Jadi tidak ada istilah pendampingan, tetapi kita pikul bersama,” kata anggota Komisi IX tersebut.

Ia menerangkan, program Kampung KB, memiliki cakupan luas. Bukan hanya untuk fokus pada kelancaran persalinan. “Namun juga memperhatikan kesehatan dari bayi dalam kandungan sampai lanjut usia,” jelasnya.

Untuk menjalankan program KB ini hingga sukses, Ayub Khan menegaskan, anggaran yang bukan hanya dari APBD saja. Namun bisa melalui APBN,serta ADD dan DD. “Ataupun bisa juga iuran masyarakat,” ucapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: